Emosi Yama meledak setelah beredar sebuah video lama Bung Towel yang dianggap menyindir performa Timnas Indonesia U-17.
Dalam potongan video tersebut, Bung Towel menyebut kemenangan Timnas U-17 kurang berkesan dan dinilai tidak pantas dirayakan.
Tak tinggal diam, Yama Carlos langsung bereaksi keras lewat media sosial.
Ia menantang Bung Towel untuk menyelesaikan perbedaan di atas ring tinju.
Bagi Yama, komentar seperti itu tak hanya menyakiti perjuangan para pemain muda, tapi juga mematahkan semangat mereka.
Namun Bung Towel membantah semua tuduhan itu.
Lewat akun Instagram @bungtowel8, ia menegaskan tidak pernah berbicara mengenai Timnas U-17 yang lolos ke Piala Dunia U-17 2025.
Ia menyebut potongan video tersebut adalah materi lawas yang sengaja diedit dan dipelintir.
“Saya tidak pernah diwawancarai media mana pun soal Timnas U-17,” tulisnya.
Ia pun menuding Yama Carlos sekadar mencari popularitas dengan mencatut namanya.
“Memalukan! Orang yang tidak saya kenal menggunakan video lama demi membuat cerita sensasional,” lanjutnya dengan nada kesal.
“Diberkatilah mereka yang hidup dari senjata hoaks,” tutupnya dengan sindiran tajam.
Yama Carlos yang membaca tanggapan tersebut justru semakin berang.
Bukannya takut, ia kembali menegaskan kesiapannya untuk bertarung satu lawan satu.
Aktor yang kerap memerankan tokoh antagonis ini juga menyebut bahwa Bung Towel punya kecenderungan membenci semua hal yang berkaitan dengan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong, termasuk asistennya, Nova Arianto.
Tak sedikit netizen yang mendukung langkah Yama Carlos. Kolom komentarnya dibanjiri dukungan dan sindiran terhadap Bung Towel.
“Sikat bang, emang aneh tuh orang,” tulis seorang warganet. “Towel musuh bersama,” tambah yang lain.
Sebagai pengamat sepak bola, Bung Towel memang dikenal vokal.
Namun, tak jarang komentarnya dianggap menyakitkan, terutama oleh para pendukung setia Garuda Muda.
Kini, drama antara selebritas dan pengamat bola ini jadi tontonan baru yang memancing rasa ingin tahu publik apakah benar akan berujung di atas ring?
Penulis: Samil Ngirfan Al Makki
Editor : Bahana.