Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Grup Musik Nyentrik Poem Bengsing Luncurkan Album Konsep Bertajuk Salimsik Merangkum Aktivitas Ibadah Ramadan dengan Musik

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 4 Maret 2025 | 15:05 WIB
BULAN SUCI: Proses penggarapan video klip lagu Sahur dalam album Salimsik yang diproduksi Band Poem Bengsing.
BULAN SUCI: Proses penggarapan video klip lagu Sahur dalam album Salimsik yang diproduksi Band Poem Bengsing.

 

 



JOGJA - Aktivitas ibadah saat Ramadan merupakan tradisi yang rutin dilakukan oleh seluruh umat Islam. Terlebih bagi yang menunaikannya. Sebagai bentuk ekspresi seni, Grup Musik Nyentrik asal Jogja Poem Bengsing merangkum fenomena tersebut dalam album konsep bertajuk Salimsik.


Bentuk ekspresi masyarakat untuk merayakan datangnya bulan suci Ramadan di DIJ beragam rupa. Salah satunya muncul dari grup musik Poem Bengsing dalam album konsep bertajuk "Salimsik" yang diluncurkan di Bulan Ramadan, juga sebagai perayaan datangnya bulan suci.

Baca Juga: Menu MBG di Kabupaten Kebumen Diganti Makanan Kering selama Ramadan

"Kami hanya membaca aktivitas rutin yang dilakukan orang-orang saat bulan Ramadan lalu kami kemas melalui rangkaian cerita dalam tujuh lagu," ujar penulis syair dan lirik lagu di album Salimsik Eko Santosa saat dihubungi, Jumat (28/2).

Terdapat tujuh lagu yang digarap oleh grup musik asal Jogja itu, semuanya akan diluncurkan secara bertahap dari awal Ramadan hingga Lebaran. Disesuaikan dengan judul dan momentumnya. Dalam draft lirik lagu yang digarap, judul setiap lagu familier ditelinga dan terasa dekat dengan aktivitas sehari-hari. "Album itu setiap lagunya saling berkaitan. Mulai dari cerita hingga musiknya seperti cerita series," tuturnya.

Lagu “Bersih Diri” berangkat dari melihat adanya budaya padusan atau kebiasaan masyarakat untuk bersuci menjelang awal Ramadan. Tradisi tersebut memuat muatan lokal yang khas dan dilakukan setiap tahun oleh mayoritas masyarakat di DIJ, khususnya di pedesaan. "Lagu ini akan dirilis hari ini, untuk menemani tradisi padusan dan memperkenalkan," ujar orang yang akrab disapa Eko Ompong itu.

Baca Juga: Kunjungan Masih Minim, Pameran Jadi Salah Satu Upaya Promosi Wisata Museum di Sleman

Setelah "Bersih Diri" dilanjutkan lagu "Ayo Sahur" sebagai ajakan untuk melaksanakan sahur yang unik selayaknya tradisi gugah-gugah sahur yang dilakukan di kampung dan masjid-masjid. Lagu selanjutnya berjudul “Bahagia Berpuasa” memaknai puasa sebagai sebuah kebahagiaan melalui laku menahan lapar dari matahari muncul hingga terbenam. "Puasa menjadi bahagia karena dengan merasakan lapar seseorang dapat mensyukuri apa yang ada tanpa harus mengada-adakan," jelasnya.

Setelah itu lagu “Buka Bersama”, lagu ini menggambarkan kegembiran orang-orang menyelesaikan puasa dalam satu hari secara sederhana. Lagu "Ibadah Malam" bercerita tentang pentingnya mendekatkan diri pada Tuhan dengan laku ibadah diperbanyak di malam hari.

Baca Juga: Terbitnya Regulasi Baru Membuat Pencairan Dana Desa di Gunungkidul sebesar Rp 168 Miliar Tertunda: Perkirakan Bisa Cair Satu Bulan ke Depan

Di Ramadan juga diikuti dengan ibadah zakat. Grup ini menggambarkan fenomena tersebut dengan lagu "Berbagi Tak Rugi" dengan muatan pesan bahwa seseorang tidak akan merugi dan justru akan mendapatkan manfaat dengan berzakat.

Album konsep tersebut ditutup dengan Lagu terakhir yang berjudul “Maaf”. Lagu ini berisi pesan inti menggambarkan budaya masyarakat yang saling memaafkan saat Lebaran. "Dari awal hingga akhir lagu di album konsep ini menggambarkan aktivitas ibadah di Ramadan, setiap lagu seperti cerita bersambung," jelasnya.

Kekhasan grup musik tersebut terlihat di setiap lagu dalam album Salimsik. Kalimat demi kalimat dalam lagu menggunakan bahasa-bahasa puitik, namun sederhana dan mudah dipahami.

Baca Juga: Libur Lebaran Tanpa Stress: Rekomendasi Rencana Cuti untuk Menikmati Momen Idul Fitri

Salah satu personel Poem Bengsing Andre Surawan menambahkan penggarapan album termasuk singkat, kurang lebih 10 hari. Mulai dari pembuatan lirik hingga video klip agar bisa selesai saat bulan Ramadan.

Uniknya, dalam proses pembuatan album banyak pihak yang mendukung secara sukarela. Mulai dari lokasi produksi yang bekerjasama dengan Pondok Pesantren Budaya Kaliopak, Piyungan hingga tempat lokasi rekaman di PRB Mini Records, Kasihan sebagai bentuk partisipasi ikut merayakan bulan Ramadan.

"Bahkan warga sekitar pondok, baik muslim dan nonmuslim ikut dalam proses, bersama menyambut Ramadan," ujarnya. (pra)

Editor : Heru Pratomo
#Poem Bengsing #ibadah #bulan suci #ramadan #Jogja #Album Musik