Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Stadion Kridosono Akan Dijadikan RTH, Kota Jogja Terancam Darurat Tempat Konser

Fahmi Fahriza • Senin, 17 Februari 2025 | 15:05 WIB
Penonton memasuki venue konser di Stadion Kridosono
Penonton memasuki venue konser di Stadion Kridosono

 

JOGJA – Pengembalian pengelolaan Stadion Kridosono dari Perumda PDAM Tirtamarta ke Keraton Jogja tak sekadar ganti pengelola. Fungsinya dimungkinkan juga berubah. Termasuk kemungkinan tak bisa lagi digunakan sebagai lokasi konser. Kota Jogja terancam darurat tempat konser.

“JRF (Jogjarockarta Festival) 2025 diproyeksikan itu jadi tahun terakhir penyelenggaraan di venue tersebut (Stadion Kridosono),” kata Direktur Utama promotor musik Rajawali Indonesia Tovic Raharja pada Radar Jogja, Minggu (16/2). "Infonya sekitar 1-2 bulan lalu. Kami kontak dengan pihak venue, bahwa per tahun depan sudah mulai alih fungsi.”

Tovic mengungkapkan, ketika mengonfirmasi soal kesiapan dan kesediaan Kridosono sebagai venue JRF 2025, mendapat informasi per 2026, Stadion Kridosono tidak bisa digunakan lagi sebagai venue konser.

Rajawali sendiri JRF menjadi agenda tahunan yang identik dengan Kota Jogja dan Stadion Kridosono. Disebutnya, JRF sendiri hampir setiap tahun selalu dilangsungkan di Kridosono. Karena sejak JRF 2017 sampai 2024, selalu digelat di Stadion Kridosono. “Hanya sekali pada 2022 berlangsung di Tebing Breksi," katanya

Tovic mengungkapkan, JRF dan Stadion Kridosono sudah jadi brand image yang berkaitan. Sehingga, dengan rencana alih fungsi stadion tersebut menurutnya jadi kabar yang cukup mengagetkan. Diproyeksikan akan dialihkan fungsi menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Hal tersebut tentu akan memengaruhi banyak hal, mengingat banyak agenda tahunan yang diselenggarakan di lokasi tersebut.

Stadion yang beralamat di Jl. Yos Sudarso, Kotabaru, Gondokusuman ini, dipilih sebagai venue karena memiliki letak yang strategis. Selain itu juga ikonik dan punya historical value. "Hal-hal tersebut jadi sebuah kekuatan yang kami pakai untuk promo ke internasional artis," bebernya.

Secara pribadi, sebagai seorang promotor ia mengaku memiliki kegelisahan, karena Jogja saat ini tidak terlalu banyak memiliki alternatif venue dengan kapasitas besar, yang lokasinya strategis, dan standar internasional seperti Stadion Kridosono. "Soal akses, kita sama-sama tahu Kridosono lokasinya tengah kota, hospitality dan akomodasi juga memadai," sambungnya.

Jika benar nantinya Stadion Kridosono akan beralih fungsi menjadi RTH, dia berharap, agar venue tersebut tetap bisa dipakai untuk menjalankan acara. "Harapannya tetap bisa dipakai untuk event musik dan budaya. Karena kita juga belum tahu nanti jadinya seperti apa," lontarnya.

Tovic dan Rajawali Indonesia juga sudah mulai membidik berbagai alternatif venue lainnya. Bahkan, timnya sudah mulai memetakan berbagai venue di area Jawa Tengah. Menurutnya, tiga opsi venue terbaik yang ada di Jogja saat ini adalah Stadion Kridosono, Stadion Mandala Krida, dan Lapangan Kenari.

Tovic mengaku cukup menyayangkan, bahwa dua venue di antaranya direncanakan alih fungsi. Lapangan Kenari akan dibangun gedung DPRD DIJ. "Mandala Krida hanya boleh pakai di area parkir. Jadi cari opsi di luar Jogja yang sesuai karakter kami, dan harus memikirkan bisnis, keamanan lokasi, tiket, juga akses," tandasnya.

 
Editor : Heru Pratomo
#stadion kridosono #JRF #konser #festival #rajawali indonesia #Darurat #JogjaROCKarta #Jogja #PDAM Tirtamarta