RADAR JOGJA - Farhat Abbas, pengacara kondang, kembali menjadi sorotan setelah menyatakan rencana melaporkan selebgram Fujianti Utami alias Fuji terkait dugaan parodi terhadap Agus Salim, korban penyiraman air keras yang kini viral.
Menurut Farhat, tindakan Fuji tidak menghargai kondisi disabilitas Agus yang mengalami kebutaan akibat insiden tersebut.
Farhat menyebut bahwa laporan ini akan dibuat untuk menindak siapa saja yang dinilai menghina di media sosial.
Ia menambahkan bahwa unggahan Fuji di platform tersebut dianggap menunjukkan kurangnya rasa empati terhadap orang dengan keterbatasan fisik seperti Agus.
"Kami akan melaporkan mereka yang menghina di media sosial, termasuk Fuji Faisal yang sengaja memposting sesuatu tanpa rasa bersalah maupun empati terhadap orang buta," ungkap Farhat dalam pertemuan dengan media baru-baru ini.
Menanggapi hal tersebut, Sandy Arifin, kuasa hukum Fuji, menyatakan pihaknya belum memiliki rencana spesifik untuk menyikapi kabar tersebut.
Bahkan, ia mengaku baru mendengar tentang rencana Farhat Abbas tersebut.
"Belum ada surat kuasa yang masuk terkait masalah ini. Saya juga baru mengetahui soal ini," ucap Sandy Arifin.
Meski demikian, Sandy menegaskan bahwa dirinya siap membela Fuji jika laporan benar diajukan dan selebgram itu harus menghadapi proses hukum.
Sandy menambahkan, "Kalau memang ada laporan yang melibatkan Fuji dan dia meminta saya sebagai kuasa hukum, tentu saya siap membantu".
Agus Salim sendiri menjadi pusat perhatian publik setelah kisruh donasi Rp 1,5 miliar dengan Pratiwi Noviyanthi alias Teh Novi mencuat ke permukaan.
Agus adalah korban penyiraman air keras yang dilakukan oleh mantan karyawannya, mengakibatkan kebutaan permanen.
Farhat Abbas, yang mewakili Agus, sebelumnya sempat melaporkan Teh Novi atas dugaan pencemaran nama baik.
Hal ini bermula dari pernyataan Novi yang menuding Agus telah menyalahgunakan dana donasi yang diterimanya.
Namun, polemik tersebut akhirnya berujung damai setelah Kementerian Sosial turun tangan sebagai penengah.