RADAR JOGJA - Akhir pekan ini, penggemar tinju akan disuguhi pertarungan profesional non-gelar yang menarik di kelas berat.
Mantan juara sejati, Mike Tyson, akan kembali ke ring untuk menghadapi petinju sekaligus YouTuber Jake Paul di Stadion AT&T, Arlington, Texas, Amerika Serikat.
Laga yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu pagi, 16 November, pukul 08.00 WIB ini, dapat disaksikan melalui platform Netflix, atau aplikasinya dengan berlangganan terlebih dahulu.
Bagi penonton di Indonesia, siaran langsung tidak tersedia di saluran televisi nasional.
Pertarungan ini awalnya direncanakan pada 20 Juli lalu, namun harus diundur karena Tyson mengalami masalah lambung.
Kesehatan dan kebugaran Tyson pun masih menjadi tanda tanya, mengingat ia kini berusia 58 tahun dan akan bertanding melawan Jake Paul yang 27 tahun lebih muda.
Ini menjadi pertarungan kedua Tyson setelah ia pensiun pada 2005, dengan penampilan terakhirnya dalam laga ekshibisi melawan Roy Jones Jr. pada November 2020.
Di dunia tinju, Mike Tyson tak diragukan lagi sebagai legenda. Petinju berjuluk “Si Leher Beton” ini dikenal karena kekuatan pukulan dan gaya bertarungnya yang agresif.
Tyson memiliki catatan mengesankan dengan 50 kemenangan dari 58 laga, termasuk 44 kemenangan melalui knockout (KO).
Sementara Jake Paul, yang lebih dikenal sebagai YouTuber sebelum beralih ke tinju, mencatatkan rekor bertanding 10-1 (7 KO).
Kekalahan tunggal Paul dialami saat menghadapi Tommy Fury pada Februari 2023.
Bayaran Mike Tyson dan Jake Paul: Siapa yang Lebih Tinggi?
Dengan perbedaan usia, reputasi, dan pengalaman, bayaran kedua petinju ini menjadi topik yang menarik perhatian publik.
Meski Paul mendapatkan bayaran lebih besar dengan nilai US $ 40 juta (sekitar Rp 635,2 miliar), Tyson pun tak kalah dengan angka fantastis, yaitu sekitar US $ 20 juta (sekitar Rp 317,6 miliar).
Pendapatan Tyson kali ini bahkan jauh lebih besar dibandingkan dengan bayarannya saat duel eksibisi melawan Roy Jones Jr., di mana ia mendapatkan sekitar US $ 10 juta (Rp 158,8 miliar).
Menanggapi besarnya bayaran tersebut, Tyson mengaku uang bukan lagi menjadi fokus hidupnya.
Menurutnya, kemenangan atau kekalahan dalam laga ini tidak akan mengubah gaya hidupnya yang sederhana.
Ia merasa sudah cukup untuk bisa tetap melakukan hal-hal yang biasa ia lakukan tanpa harus terpaku pada angka besar.
Bagi Tyson, duel ini justru tentang keberanian menghadapi ketakutan dan keluar dari zona nyaman.
Laga ini juga akan menerapkan beberapa perubahan aturan, antara lain jumlah ronde yang hanya delapan dengan durasi dua menit per ronde, berbeda dari standar tiga menit.
Selain itu, keduanya akan mengenakan sarung tinju lebih berat untuk mengurangi kekuatan pukulan Tyson yang dikenal sebagai salah satu pukulan terkuat sepanjang sejarah tinju.
Menjelang laga, sejumlah pengamat memperkirakan bahwa Paul bisa jadi unggul dari segi kelincahan dan strategi.
Namun, Tyson diyakini akan tetap bertarung dengan mengandalkan kekuatan dan pengalamannya di atas ring.
Editor : Winda Atika Ira Puspita