RADAR JOGJA - Belakangan ini, nama aktris cantik Raline Shah kembali menjadi sorotan publik.
Pasalnya, muncul kabar yang menghebohkan soal isu pernikahannya dengan pengusaha sukses asal Amerika Serikat, Brian Armstrong.
Kabar ini membuat banyak orang bertanya-tanya, apakah benar Raline pernah menikah diam-diam dengan pria yang dikenal sebagai pendiri platform kripto terkenal?
Isu tersebut semakin mencuat setelah Brian Armstrong mengunggah foto pernikahannya dengan seorang wanita bernama Angela Meng di akun X pribadinya, @/brian_armstrong.
Dalam unggahan tersebut, Brian dengan bangga membagikan kebahagiaannya.
"Saya menikah akhir pekan lalu dengan pasangan sekaligus sahabat saya, Angela Meng! Tidak sabar untuk membangun kehidupan bersama," tulis Brian dalam bahasa Inggris.
Tak butuh waktu lama, identitas Angela Meng terungkap sebagai seorang penulis dan jurnalis yang bekerja di South China Morning Post dan Reuters.
Namun, di tengah kebahagiaan pernikahan Brian dan Angela, muncul perbincangan hangat di media sosial yang mengaitkan nama Raline Shah.
Netizen mulai berspekulasi dan menghubungkan bahwa Brian Armstrong pernah menikah dengan Raline Shah sebelumnya.
Tak ingin isu ini berlarut-larut, Brian Armstrong langsung mengambil langkah cepat dengan memberikan klarifikasi melalui akun X-nya.
"Melihat beberapa informasi yang salah di luar sana. Saya tidak pernah menikah sebelumnya. Tapi, terima kasih atas perhatian kalian," tulis Brian.
Dengan klarifikasi tersebut, Brian memastikan bahwa isu mengenai pernikahannya dengan Raline Shah hanyalah rumor belaka.
Baca Juga: Dibiayai dengan APBD DIY dan Dana Keistimewaan, DPUPESDM DIY Rampungkan Pembangunan 1090 Rumah Tidak Layak Huni
Meski sempat diisukan, Brian tetap berterima kasih kepada netizen yang telah memberikan perhatian padanya, menunjukkan sikap yang tenang dan bijaksana dalam menghadapi gosip yang beredar.
Klarifikasi cepat dari Brian Armstrong ini sekaligus meluruskan informasi keliru yang sempat berkembang.
Meski demikian, perhatian publik terhadap kabar tersebut menunjukkan betapa cepatnya spekulasi dapat berkembang di media sosial.