Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gempar di Hollywood! Sean 'Diddy' Combs Terancam 120 Tuntutan Hukum Baru Terkait Pelecehan Seksual

Izzatul Akmal Fikri • Jumat, 4 Oktober 2024 | 21:59 WIB
Sean
Sean

RADAR JOGJA - Kabar akhir-akhir ini yang menggemparkan hollywood makin memanas, terutama terkait kasus P Diddy.

Sebab, Sean "Diddy" Combs itu kini tengah menghadapi masalah hukum yang semakin serius, menyusul munculnya 120 tuntutan hukum baru terkait pelecehan seksual.

Tuntutan tersebut diajukan di sejumlah kota besar seperti New York, Los Angeles, dan Miami.

Hal ini terungkap setelah sekelompok pengacara menerima banyak laporan dari dugaan korban dan kini sedang bersiap untuk pengajuan resmi.

Seperti yang diberitakan oleh Variety pada 1 Oktober, kabar ini muncul setelah Diddy ditangkap dan didakwa dengan sejumlah kasus serius, di antaranya perdagangan seks, pemerasan, dan transportasi antarnegara untuk prostitusi.

"Rahasia terbesar dalam industri hiburan, yang sebenarnya sama sekali bukan rahasia, akhirnya terungkap ke dunia," kata pengacara Tony Buzbee. "Tembok keheningan kini telah dipatahkan."

Dari informasi yang dihimpun, para korban yang mengajukan laporan dugaan pelecehan seksual itu terdiri dari perempuan dan laki-laki, dengan rentang usia sembilan hingga 38 tahun pada saat kejadian.

Dugaan pelecehan ini telah berlangsung selama 30 tahun terakhir, sejak awal 1990-an hingga saat ini.

Menariknya, setengah dari korban telah melaporkan kejadian tersebut ke polisi atau mencari bantuan medis saat insiden terjadi.

Dalam laporan yang masuk, mayoritas korban mengklaim telah dibius dan hasil tes narkoba menunjukkan adanya kandungan obat penenang kuda dalam sistem tubuh mereka.

Para pengacara tersebut juga menyatakan, mereka telah menerima lebih dari 3.000 laporan setelah menyerukan kepada siapa pun yang merasa menjadi korban Diddy.

Setelah proses pengecekan, mereka memastikan bahwa 120 kasus di antara laporan tersebut cukup kredibel untuk ditindaklanjuti.

Gugatan hukum yang akan diajukan tidak hanya akan menyasar Diddy, tetapi juga sejumlah terdakwa lain, termasuk rekan, anggota keluarga, label rekaman, dan lokasi acara yang terlibat.

Para korban mengklaim, mereka semua diancam untuk tetap diam, mirip dengan banyak penuduh lain yang juga telah menggugat Diddy dalam setahun terakhir.

Sementara itu, pengacara Diddy Erica Wolff menyatakan, kliennya tidak dapat menanggapi setiap tuduhan yang tidak berdasar.

Dia menegaskan, Diddy dengan tegas membantah semua tuduhan pelecehan yang ditujukan kepadanya, termasuk terhadap anak di bawah umur.

"Dia berharap dapat membuktikan ketidakbersalahannya dan membela diri di pengadilan, di mana kebenaran akan terungkap berdasarkan bukti, bukan spekulasi," ungkap Wolff.

Diddy telah menjadi sasaran serangkaian tuntutan hukum terkait penyerangan seksual dalam setahun terakhir.

Kasus ini dimulai dengan gugatan yang diajukan oleh mantan pacarnya, Cassie Ventura, pada November 2023.

Meskipun gugatan itu diselesaikan sehari setelah diajukan, pengajuan tersebut memicu serangkaian tuduhan lain, termasuk dari mantan anggota grup Diddy - Dirty Money, Dawn Richard, serta seorang perempuan yang menggugat Diddy minggu lalu karena dugaan pemerkosaan yang terjadi pada awal 2000-an.

Diddy sendiri telah ditahan selama hampir dua minggu dan pada 30 September lalu mengajukan banding atas keputusan penolakan jaminan.

Proses banding tersebut diperkirakan akan memakan waktu sekitar tiga minggu untuk dipertimbangkan.

Dengan semakin banyaknya tuntutan hukum yang bermunculan, nasib Diddy kini berada di tangan sistem peradilan.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#kasus P Diddy #pemerasan #Kasus pelecehan seksual #pelecehan seksual #Sean Combs #perdagangan seks #Sean Diddy Combs #Prostitusi #P Diddy #hollywood