Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ubah Image Keroncong Musik Jadoel, Ini yang Dilakukan Musisi Muda, Mamed dengan Keroncong Teras Yogyakarta

Heru Pratomo • Senin, 15 Juli 2024 | 12:05 WIB
Ahmad Sugiarto atau Mamed dengan grup Keroncong Teras
Ahmad Sugiarto atau Mamed dengan grup Keroncong Teras

 

RADAR JOGJA – Musik Jadoel (Jaman Doeloe) masih melekat pada genre music keroncong.

 

Namun Musisi muda Kota Yogyakarta, Ahmad Sugiarto yang akrab disapa Mamed dengan group Keroncong Teras. 

 

Mamed merubah stigma tersebut dengan mengemas music keroncong menjadi lebih kekinian atau keroncong modern.

 

Mamed dan rekan-rekannya bertekad mengubah paradigma orang tentang musik keroncong yang masih kurang diminati, sehingga kurang familiar di kalangan anak muda. 

Baca Juga: Pengamat Pendidikan Minta MPLS Tidak Dijadikan Ajang Mengecilkan Mental Murid Baru

Baca Juga: Jika dalam MPLS di DIY Ada Perpeloncoan, Kepala Sekolah yang Akan Dikenai Sanksi

“Karena itu mulai ada gerakan anak-anak band Yogya yang ingin menghadirkan music keroncong dengan kemasan berbeda," ujar Mamed, Jumat (12/07/2024).

 

Punggawa grup Keroncong Teras yang pernah aktif di musik reggae tersebut prihatin dengan fenomena Musisi muda yang enggan memainkan genre musik keroncong. 

 

Padahal, kata dia, Musik keroncong banyak mengandung unsur budaya Indonesia.

 

Terpanggil melestarikan music keroncong tersebut, ia bersama sejumlah anak muda lain terlibat di musik keroncong.

 

Ia mengaransemen lagu-lagu yang Tengah viral dengan semtuhan music keroncong klasik dan keroncong modern. 

Baca Juga: Penerimaan Pajak di DIJ Tumbuh 12,71 Persen, DJP Targetkan Kepatuhan SPT pada Akhir Juli

Baca Juga: 350 Mualaf dari 17 Kapanewon di Sleman Ikuti Pameran Produk UMKM

“Kami mengcover lagu-lagu yang sedang viral atau hits di kalangan anak muda dengan sentuhan khas keroncong,”ujarnya.

 

Mamed menandaskan saat inilah waktu nya anak muda berkarya. Termasuk mulai belajar untuk peduli terhadap genre tradisional yang lekat dengan tradisi dan budaya luhur bangsa Indonesia.

 

Namun demikian Mamed mengakui merubah paradigma lama bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan proses yang Panjang. 

 

Namun saat ini, music keroncong modern ala Keroncong teras mulai dilirik anak muda, terbukti dari ribuan follower di IG @keroncongterasyk yang merespon positif.

 

“Tantangannya banyak. Segmen pasar tidak bisa seleluas genre music popular, bahkan masih kalah dengan K-Pop," ujarnya.

Baca Juga: Pasar Kangen di TBY Dikunjungi 187.500 Orang, Omzet 10 Hari Hampir Rp 3 Miliar

Baca Juga: Herman Ong Ekspresikan Perjalanan Berkaryanya, Pamerkan 35 Patung Batu lewat 'Journey To A Thousand Expressions'

Namun demikian Mamed optimistis, jika produktif membuat karya dan inovatif, tidak terlalu sulit mempopulerkan keroncong di kalangan anak muda. 

 

Hal itu seperti halnya dengan music campur sari atau jawa saat ini justru menjadi trend dengan sobat ambyar yang tak hanya menasional, tapi mendunia.

 

"Kita punya optimisme, namun harus ada effort lebih. Kita harus punya sesuatu yang lebih menarik dari lainnya agar anak muda mau datang dan mendengarkan bahkan benar-benar mencintai musik keroncong," pungkasnya. *

Editor : Heru Pratomo
#inovatif #keroncong #Kota Yogyakarta #teras #Musik #Campursari