Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Film Spotlight: Ketika Jurnalisme Investigasi Menjadi Cahaya dalam Kegelapan

Bahana. • Minggu, 7 Juli 2024 | 18:10 WIB

Salah satu adegan film Spotlight,  tim wartawan investigasi The Boston Globe melakukan diskusi peliputan
Salah satu adegan film Spotlight, tim wartawan investigasi The Boston Globe melakukan diskusi peliputan
RADAR JOGJA - Film Spotlight dirilis pada 2015. Film ini disutradarai oleh Tom McCarthy.

Menceritakan kisah nyata tim investigasi surat kabar The Boston Globe yang mengungkap skandal pelecehan seksual anak-anak oleh Pastur Katolik dan upaya Gereja Katolik untuk menutupinya.

Film ini dibintangi oleh Mark Ruffalo, Michael Keaton, Rachel McAdams, Liev Schreiber, John Slattery, dan Stanley Tucci.

Film ini kuat dalam menyajikan cerita yang kompleks dan sensitif secara realistis.

Tidak mencari sensasi, Spotlight menyajikan fakta dengan teliti dan jujur.

Salah satu adegan kunci menunjukkan kemarahan seorang wartawan, Michael Rezendes.

"Mereka tahu, dan mereka membiarkan itu terjadi! Kepada anak-anak!," ujar Michael.

Michael Keaton sebagai Walter "Robby" Robinson menunjukkan kepemimpinan yang tenang.

Rachel McAdams sebagai Sacha Pfeiffer dan Brian d'Arcy James sebagai Matt Carroll memberikan penampilan yang solid.

Liev Schreiber sebagai Marty Baron, editor baru The Boston Globe, tampil dengan determinasi yang tenang.

Film ini juga menyoroti pentingnya kebebasan pers dan integritas jurnalistik.

"Kadang-kadang mudah untuk lupa bahwa kita menghabiskan sebagian besar waktu kita tersandung dalam kegelapan. Tiba-tiba, sebuah cahaya menyala, dan ada bagian kesalahan untuk dibagikan," kata Marty.

Marty juga menekankan pentingnya independensi dalam jurnalisme.

"Secara pribadi aku berpendapat bahwa surat kabar bisa berfungsi secara maksimal, jika bekerja secara independen," ujarnya.

Kalimat ini menunjukkan tantangan jurnalis dalam mencari kebenaran dan dampak besar yang bisa mereka hasilkan.

Sacha Pfeiffer (Rachel McAdams)  yang juga pernah berperan dalam film jurnalisme investigasi di film State of Play juga menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang tepat dalam jurnalisme dengan berkata.

"Kurasa penggunaan bahasa akan sangat penting di sini. Kita tak perlu memperhalus, kata pelecehan saja tidak cukup. Orang-orang perlu tahu apa yang sesungguhnya terjadi," katanya.

Kutipan ini menyoroti pentingnya jurnalis dalam mengungkap dan menuliskan informasi dengan bahasa yang akurat dan tidak ambigu.

Pernyataan Sacha Pfeiffer menekankan bahwa penggunaan bahasa yang tepat dan jelas sangat penting dalam jurnalisme.

Ketika jurnalis menggunakan istilah yang terlalu umum atau memperhalus kejadian, esensi dari kebenaran bisa hilang atau tidak dipahami sepenuhnya oleh pembaca.

Dalam konteks skandal pelecehan seksual yang diungkap dalam Spotlight, penggunaan istilah yang tepat sangat penting untuk memastikan publik memahami seriusnya kejahatan yang terjadi dan dampak buruknya pada para korban.

Jurnalis memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi dengan jelas dan akurat, agar masyarakat bisa membuat penilaian dan tindakan yang tepat berdasarkan fakta yang ada.

Secara keseluruhan, "Spotlight" adalah film yang relevan dalam bidang jurnalistik.

Mengingatkan kita akan kekuatan jurnalisme investigatif dalam mengungkap kebenaran dan memperjuangkan keadilan.

Dengan narasi yang kuat dan penampilan aktor yang profesional, Spotlight menjadi salah satu film terbaik tentang dunia jurnalistik dan etika profesi.

Film ini memenangkan Academy Award untuk Best Picture dan Best Original Screenplay, serta meninggalkan dampak yang mendalam pada penonton.

Mengingatkan kita bahwa dalam kegelapan, selalu ada cahaya yang dapat menuntun kita menuju kebenaran.


Ditulis oleh:  Hasna Rafidah

Editor : Bahana.
#Film #jurnalisme #Spotlight #jurnalisme investigasi