Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Nobar Film LAFRAN di Yogyakarta, MN KAHMI: Ini Pengingat Sejarah Terbentuknya HMI

Bahana. • Rabu, 26 Juni 2024 | 21:58 WIB

Antusiasme Kader HMI hingga Mahasiswa Serbu Nobar Film Lafran di Kota Pelajar
Antusiasme Kader HMI hingga Mahasiswa Serbu Nobar Film Lafran di Kota Pelajar
Yogyakarta — Majelis Nasional Korps Alhumni Mahasiswa Islam (MN KAHMI) kembali menggelar nonton bareng (nobar) Film LAFRAN.

Kali ini nobar digelar di salah satu bioskop di Kota Yogyakarta, Selasa (25/6) malam.

Produser Eksekutif Film LAFRAN M. Arief Rosyid menyebut, nobar di Yogyakarta ini menjadi tonggak, karena seluruh kota di Pulau Jawa telah disambangi Tim MN KAHMI, penyelenggara roadshow untuk nobar Film LAFRAN.

“Nobar Film Lafran ini di Kota Yogyakarta ini menjadi pengingat semua kader HMI dan KAHMI bahwa ini adalah kota sejarah terbentuknya HMI yang didirikan oleh Ayahanda Lafran Pane,” ucap Arief.

Arief pun menekankan pentingnya semangat Lafran Pane dalam mendirikan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Yogyakarta pada 5 Februari 1947 untuk menjadi inspirasi bagi generasi muda saat ini.

“Ketika mendirikan HMI pada tahun 1947, beliau Ayahanda Lafran Pane tidak hanya membentuk sebuah organisasi, tetapi juga menanamkan semangat perjuangan, solidaritas, dan komitmen terhadap pendidikan. Kita juga diingatkan akan semangat juang dan dedikasi yang tinggi, terutama dalam konteks pendirian HMI di Yogyakarta pada tahun 1947," ucap Arief.

Nobar ini dihadiri ratusan penonton yang terdiri dari keluarga besar HMI, Majelis Wilayah dan Majelis Daerah KAHMI Yogyakarta dan para mahasiswa di Yogyakakarta.

Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI), Ahmad Doli Kurnia Tandjung menuturkan, Film LAFRAN ini menceritakan tentang perjalanan kehidupan seorang Lafran Pane yang berjuang mempertahankan Indonesia dan menegakkan ajaran Islam.

“Film mengisahkan tentang bagaimana susah payahnya kita merebut kemerdekaan, kemudian mempertahankan kemerdekaan, dan dalam mempertahankan kemerdekaan itu kita memang harus mempunyai nilai, ke Indonesiaan dan keagamaan,” tutur Doli.

Karena itu, kata Doli, film yang digagas oleh tokoh senior HMI Akbar Tandjung ini sangat penting bukan hanya untuk keluarga besar KAHMI dan HMI, tetapi generasi muda.

“Kami punya hasrat sekedar menceritakan kepada masyarakat bukan hanya kisah HMl dan Lafran Pane saja, tapi jauh dari pada itu menunjukkan bagaimana proses terbentuknya negara ini menjadi negara berdaulat," kata Doli.

Sementara, Arief Rosyid menambahkan, pihaknya percaya bahwa Film LAFRAN bisa memberikan warna yang berbeda dan menyegarkan.

"Ini adalah kesempatan bagi kita untuk merayakan sejarah dan pahlawan kita melalui medium film yang edukatif sekaligus menghibur," tambah Arief.

Film Lafran mengisahkan tentang perjuangan Lafran Pane dalam mendirikan organisasi HMI di tengah perdebatan tentang keumatan dan kebangsaan setelah Indonesia Merdeka.

Film ini juga bukan hanya memberikan gambaran tentang kehidupan pribadi Lafran Pane, pendiri HMI, tetapi juga merinci perjuangannya dalam mewujudkan visi keislaman dan keindonesiaan.

Film LAFRAN ini diproduksi oleh MN KAHMI berkolaborasi dengan Reborn Initiative dan Radepa Studio.

Film ini juga dibintangi oleh sederet artis papan atas yakni Dimas Anggara yang berperan sebagai Lafran Pane.

Selain itu ada Mathias Muchus, Ariyo Wahab, Lala Karmela, Alfie Alfandi, Ratna Riantiarno, Farandika hingga Nabil Lunggana.

Editor : Bahana.
#lafran #Yogyakarta #sejarah #HMI #MN KAHMI #lafran pane