RADAR JOGJA - Prilly Latuconsina, bintang film dan artis terkenal Indonesia, mendapat sorotan dari netizen setelah terlihat memasak menggunakan gas 3 kg yang dibungkus dengan kardus.
Kegiatan memasak besar ini dilakukan Prilly sebagai persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri, di mana ia berencana untuk menyajikan hidangan istimewa bagi keluarga besar.
Namun, fokus netizen justru tertuju pada penggunaan gas 3 kg tersebut, yang dianggap tidak pantas untuk memasak dalam skala besar.
Dalam klarifikasi yang ia sampaikan melalui akun Instagram pribadinya, @prillylatuconsina96, yang dikutip pada Kamis, 11 April 2024, Prilly mengungkapkan bahwa ia awalnya tidak menyadari kesalahan tersebut hingga mendapat peringatan dari netizen.
"Jujur aku gak sadar awalnya sampai diingatkan oleh kalian semua," ujarnya.
Prilly menjelaskan bahwa gas tersebut sebenarnya dipinjamkan oleh tukang langganannya karena stok gas yang biasa ia beli telah habis. Dengan demikian, Prilly berharap klarifikasi ini bisa mengurangi kekhawatiran netizen.
"Sangat aware kalau gas itu memang tidak diperuntukkan untuk semua orang, terima kasih banyak kepada kalian yang sudah mengingatkan," ucapnya.
Selain klarifikasi mengenai penggunaan gas, Prilly juga mengungkapkan rasa tidak enaknya kepada orang yang sebenarnya lebih membutuhkan gas 3 kg tersebut.
Meskipun kegiatan memasak besar ini kerap dilakukan oleh artis terkenal Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri, Prilly menegaskan bahwa ia menyadari pentingnya memperlakukan gas dengan bijak.
Prilly Latuconsina, yang telah mengukir kesuksesan dalam karir aktingnya dan meraih banyak penghargaan, merupakan keturunan campuran Ambon-Sunda.
Meskipun sering dikira memiliki darah campuran luar negeri karena kulitnya yang putih dan hidung mancung, Prilly menegaskan bahwa ia bangga dengan akarnya yang berasal dari Indonesia.
Meskipun telah sukses dalam karirnya, Prilly mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki rencana untuk menikah dalam waktu dekat.
Ia ingin tetap fokus menjadi wanita mandiri dan sukses dalam karirnya sebelum memikirkan hal lain.
Editor : Bahana.