Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Fakta Baru Film Kiblat! Ternyata LSF Tegaskan Belum Lulus Sensor, Kok Materi Promosi Sudah Tersebar Luas? Begini Sinopsisnya!

Cici Jusnia • Selasa, 26 Maret 2024 | 20:20 WIB
Poster Film Kiblat
Poster Film Kiblat

RADAR JOGJA - Film "Kiblat" yang dibintangi oleh Ria Ricis sedang menjadi sorotan di industri perfilman Indonesia.

Film ini mendapat kritik keras dari beberapa tokoh agama Islam karena menggunakan simbol-simbol agama dalam narasinya.

Salah satu yang memberikan kritik tajam adalah Ustad Hilmi Firdausi, yang menilai bahwa film ini mengeksploitasi agama Islam.

Kritik juga datang dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis, yang menilai bahwa penggunaan Islam dalam film ini hanya sebagai alat promosi yang sensitif dan kontroversial untuk menarik perhatian publik.

Fakta baru terungkap ketika Wakil Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Ervan Ismail mengungkapkan bahwa film "Kiblat" sejatinya belum lulus sensor.

Berdasarkan laporan dari Jawa Pos pada Selasa (26/3), ada sejumlah materi dalam film tersebut yang tidak berhasil melewati tahap peninjauan.

"Ervan menjelaskan bahwa ada sejumlah peraturan dan tahapan yang harus dipatuhi agar sebuah film mendapat Surat Tanda Lulus Sensor (STLS). Film 'Kiblat' hanya lolos di tahap awal terkait promosi atau iklan. Namun, untuk isi filmnya, Ervan menyatakan bahwa masih perlu dilakukan beberapa perbaikan karena dianggap belum layak mendapatkan STLS," demikian dikutip dari pernyataan Ervan yang dihubungi pada Senin (25/3).

Menurut Ervan, film "Kiblat" belum masuk ke LSF dan belum menjalani proses penyensoran.

Film tersebut pernah diajukan namun setelah ditinjau, LSF mengembalikannya kepada pembuat film dengan catatan-catatan tertentu.

Sinopsis Kontroversial "Kiblat": Kisah Ainun yang Dipenuhi dengan Misteri dan Kengerian

"Kiblat" mengisahkan tentang seorang perempuan bernama Ainun yang diperankan oleh Yasmin Napper.

Ainun tinggal bersama Uwa, kakak dari orang tuanya, dan memiliki sahabat bernama Rini (Ria Ricis).

Keduanya mengidolakan sosok Abah Mulya, pemimpin padepokan sakti di Kampung Bumi Suwung.

Ainun terpesona oleh kemampuan Abah Mulya yang di atas rata-rata manusia biasa. Dia mampu menyembuhkan penyakit dan melipatgandakan uang.

Namun, kejanggalan muncul setelah kematian Abah Mulya, ketika Ainun mengetahui bahwa Abah Mulya sebenarnya adalah ayah kandungnya.

Berita kematian misterius Abah Mulya membuat Ainun, Rini, dan Bagas (Arbani Yasiz) memutuskan untuk menyelidiki kebenaran di padepokan tersebut.

Mereka menemukan bahwa desa tempat Abah Mulya tinggal memiliki kondisi yang seram dan aneh. Tidak ada adzan, arah kiblat bisa berubah tiba-tiba, dan kejadian aneh lainnya mengancam keselamatan mereka.

Ketika Ainun melakukan sholat, terjadi kejadian mengerikan yang terlihat dalam trailer film.

Tubuh Ainun seolah-olah dimanipulasi, membuatnya terbalik saat melakukan rukuk dan menghadap ke atas, disertai teriakan kesakitan yang memenuhi suasana.

Kisah "Kiblat" menawarkan bumbu misteri dan ketegangan, namun dengan kritik yang menyertai penggunaan simbol-simbol agama Islam, film ini menjadi pusat perdebatan yang hangat di Indonesia.

Dengan status sensor yang belum lulus, nasibnya pun masih menjadi tanda tanya bagi para penggemar film Indonesia.

Editor : Bahana.
#kiblat #film kiblat terancam diboikot #Film Horor Kiblat #Film Kiblat #film kiblat tuai kontroversi #sinopsis film kiblat #kontroversi film kiblat