RADAR JOGJA - Dunia musik Indonesia kembali berduka dengan kepergian salah satu sosok ikonik, Ade Paloh, vokalis sekaligus gitaris band Sore.
Kabar duka ini mengejutkan banyak pihak, mengingat posisinya yang cukup berpengaruh dalam industri musik Tanah Air. Ade Paloh dikabarkan meninggal dunia akibat sakit pada Selasa (19/3).
Menurut laporan dari Jawa Pos, berbagai rekan sesama musisi pun menyampaikan belasungkawa mereka melalui media sosial.
Baskara Putra, yang dikenal dengan nama panggung Hindia, menyatakan betapa besar pengaruh Ade Paloh dan band Sore terhadap generasi musik masa kini.
"Bisakah kalian bayangkan betapa bedanya generasi musik hari ini tanpa Mas Ade dan Sore? Rest in peace, Mas. Kamu akan sangat dirindukan," tulis Baskara dalam unggahan Instagram Story-nya.
Tak hanya itu, Kunto Aji pun turut merasakan kehilangan ini. Ia mengunggah foto hitam putih yang memperlihatkan momen bersamanya dan Ade Paloh di atas panggung.
"Selamat jalan, langkahmu lapang bang, doa-doa banyak beriringan," tulis Kunto Aji di kolom caption foto tersebut.
Rasa duka juga dirasakan oleh Iga Massardi, vokalis dan gitaris dari band Barasuara, yang menyatakan kekecewaannya karena rencana kolaborasi dengan Ade Paloh harus terhenti begitu saja.
"Bang, belum kering air mata gue bang. Kita harusnya kolaborasi abis Lebaran. Benar-benar baru semalem gue sama anak-anak meeting. Ya Allah kok begini," tulis Iga Massardi di media sosial.
Sementara itu, mantan wartawan musik, Soleh Solihun, juga menyampaikan rasa kehilangannya atas kepergian Ade Paloh.
Ia mengenang momen terakhir bersama Ade, ketika mereka berbincang tentang niat Ade untuk terlibat dalam dunia politik sebagai calon legislatif (Caleg).
Soleh mengatakan bahwa Ade merupakan sosok yang kritis, dan keputusannya untuk terlibat dalam politik bukanlah sesuatu yang instan.
"Saya tak kaget mendengar Ade berniat nyaleg, dari dulu dia memang kritis. Makanya, saya pikir, ini bukan sesuatu yang instan. Saya tak tahu soal perolehan suara dia di pemilu," ungkap Soleh Solihun.
Selain itu, Soleh juga mengutip percakapannya dengan Ade mengenai album terbaru Sore yang berjudul "Quo Vadis, SORE?".
Ade menyatakan bahwa lagu terakhir dalam album tersebut, "Curtains", memiliki makna simbolis yang mendalam.
"Selamat jalan Ade Paloh. Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu dan menerima semua amal ibadahmu," pungkas Soleh Solihun dalam unggahannya.
Kepergian Ade Paloh meninggalkan duka yang mendalam di hati para penggemar musik Indonesia.
Kontribusinya dalam menciptakan karya-karya yang menginspirasi akan terus dikenang dan menjadi warisan bagi generasi musik selanjutnya.
Semoga Ade Paloh mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya.
Editor : Bahana.