Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sempat Ramai Nama Taylor Swift Hilang Dalam Hasil Pencarian Di Media Sosial X, Karine Jean-Pierre Singgung Dampak Perkembangan AI

Adek Ridho Febriawan • Kamis, 1 Februari 2024 | 23:19 WIB
Penyanyi Taylor Swiftbelum lama ini namanya hilang dalam pencarian akun X hingga terkena deepfake Swift dalam skenario pornografi.
Penyanyi Taylor Swiftbelum lama ini namanya hilang dalam pencarian akun X hingga terkena deepfake Swift dalam skenario pornografi.

RADAR JOGJA - Jagat maya tengah diramaikan setelah gambar deepfake Taylor Swift yang eksplisit secara seksual menjadi viral di X (sebelumnya Twitter).

Pencarian namanya di platform tersebut berhenti tidak membuahkan hasil.

Melansir dari Entertainment Weekly, semua penelusuran untuk “Taylor Swift” memicu pesan yang berbunyi, “Ada yang tidak beres. Coba muat ulang".

Penghentian pencarian terjadi setelah gambar deepfake Swift dalam skenario pornografi yang dibuat melalui penggunaan kecerdasan buatan mulai beredar di platform tersebut pekan lalu. 

Gambar-gambar tersebut telah dilihat lebih dari 27 juta kali dan memperoleh lebih dari 260.000 suka dalam kurun waktu 19 jam, sebelum akun yang membagikannya ditangguhkan.

Meskipun tidak jelas dari mana gambar tersebut berasal, outlet tersebut mencatat adanya tanda air yang sepertinya menunjukkan bahwa gambar itu berasal dari situs web lain yang terkenal karena membuat gambar telanjang selebriti palsu.

Dilansir dari NBC News, CEO Microsoft Satya Nadella mengatakan, “pagar pembatas” harus ada terkait dengan teknologi AI.

Sehingga ada lebih banyak konten aman diproduksi dan ada banyak hal yang harus dilakukan untuk pengamanan konten tersebut.

Pada hari yang sama, Organisasi SAG-AFTRA menyebut gambar-gambar itu menyedihkan, berbahaya, dan sangat memprihatinkan.

“Pengembangan dan penyebaran gambar-gambar palsu terutama yang bersifat cabul tanpa persetujuan seseorang harus dianggap ilegal,” kata organisasi tersebut.

“Sebagai masyarakat, kita mempunyai wewenang untuk mengendalikan teknologi ini, namun kita harus bertindak sekarang sebelum terlambat,” imbuhnya.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karine Jean-Pierre mengatakan bahwa perusahaan media sosial memiliki tanggung jawab untuk mencegah penyebaran informasi yang salah tersebut.

"Lemahnya penegakan hukum terhadap gambar-gambar palsu, yang mungkin diciptakan oleh kecerdasan buatan (AI), berdampak secara tidak proporsional terhadap perempuan," ungkapnya.

 

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#deepfake #twitter x #ai #Artifical Intelligence #taylor swift