Masuknya ke domain punlik, bukan berarti siapapun bisa punya kesempatan untuk membuat konten berdasarkan kartun tersebut.
Melansir dari Gamebrott, meski sudah banyak game dan proyek video yang diumumkan, ternyata konten yang sudah terlanjut diunggah ke Youtube juga berpotensi kena klaim hak cipta.
Seperti yang dialami oleh seorang konten kreator Youtube ini.
Seorang pengisi suara bernama Brock Baker mengungkapkan kalau dirinya mendapatkan klaim hak cipta atau copyright atas video Youtubenya yang merupakan parodi dan Stemaboat Willie pada 4 Januari lalu.
Untung saja klaim copyright tersebut dicabut oleh Disney dan menyebabkan banyak yang berpikir kalau ini hanyalah sebuah kesalahan belaka.
Ternyata cerita tidak berhenti sampai disitu saja.
Video tersebut mendapatkan klaim copyright kedua setelah itu namun, kali ini datang dari UMG atau Universal Music Group.
Klaim ini bisa mereka lakukan karena terindikasi soundtrack di video tersebut merupakan hal milik UMG.
UMG juga mencabut klaim tersebut dan sekali lagi Baker memenangkan dispute atas Youtube. Hanya saja kasus klaim hak cipta ini tidak cuma menimpa Baker.
Ada beberapa konten kreator lain seperti Vailskibum juga membahas hal yang sama.
Dimana orang yang mengunggah konten Steamboat Willie tetap mendapatkan demonetisasi alias Dollar kuning.
Video yang kena copyright tidak sama dengan DMCA. Perbedaaanya adalah video copyrighted berarti pemilik hak cipta yang mengatur apakah video tersebut bisa dimonetisasi atau tidak.
Sedangkan DMCA berarti video tersebut diminta untuk sefera dihapus karena melanggar ketentuan.
Editor : Bahana.