RADAR JOGJA -- Kisah seorang anak laki-laki bersama ibunya yang muncul di My Golden Kids Show menjadi viral di Twitter baru-baru ini.
Postingan tersebut berhasil mendapatkan dua puluh empat ribu likes dan sebelas ribu retweet dari pengguna Twitter.
Seorang anak di Korea Selatan tengah diwawancarai tentang hubungannya dengan orang tuanya dalam cuplikan video yangb diunggah oleh akun Twitter @BucinnJaehyun.
Anak itu mengatakan dia selalu bermain di rumah sendiri. Ayahnya jarang bermain dengannya dan tidak memanggil namanya dengan ramah.
Sang anak sering bermain sendiri di kamarnya dalam video tersebut.
Bocah yang memakai kacamata menjawab bahwa sepertinya sang ibu tidak menyukainya saat ditanyai tentangnya.
Anak itu tampak semakin sedih ketika dia menghentikan kata-katanya dan menangis, membuat penelis di acara juga menangis.
Anak laki-laki berusia empat tahun tersebut mengatakan dia mengharapkan sang ibu lebih sering bermain dengan dirinya.
Pada video lain, anak tersebut meminta sang ibu untuk bertanya apa yang dia suka. Dia menjawan dengan terdengar bahwa dia suka menggambar.
Mendengar hal itu, sang ibu merespon dengan mengatakan "Benar, kamu tidak terlihat mempunyai bakat dalam akademik."
Selain itu, ibunya juga menyatakan bahwa sang anak tidak dapat masuk sekolah seni karena dia tidak menarik. Pada dua postingan, sang ibu terlihat cukup abai dengan anaknya.
Tetapi, di akhir episode, sang ibu terlihat saat sedang menemani anaknya bermain dan mencoba berbicara dengannya.
Diketahui bahwa sang ibu ternyata menghadapi tantangan saat menjaga anak dan adiknya yang juga masih kecil.
Selain itu, pada akhir episode diketahui bahwa sang ibu memiliki masa lalu yang cukup sulit. Sejak ia berusia tujuh tahun, ia harus meninggalkan ibu kandungnya.
Hal ini diperkirakan menjadi tanggung jawab atas kesulitan yang dialami sang ibu dalam menjaga kedua anaknya.
Akibatnya, anak tersebut menggambarkan tentangan yang menyertai menjadi seorang ibu yang harus membagi waktunya serta perhatian yang sama rata dengan anak-anaknya. (Putri Aprilia Ningsih/ Radar Jogja)
Editor : Bahana.