RADAR JOGJA - Akhir-akhir ini, ruang media sosial diramaikan oleh rumor yang mengaitkan Moonton, pengembang game mobile moba terkenal "Mobile Legends", dengan klaim sumbangan dana kepada Israel.
Gema rumor ini merebak melalui TikTok, disebarkan oleh individu-individu tanpa identitas yang jelas, tanpa terverifikasi sumber asalnya.
Menyikapi tudingan yang mencoreng reputasi perusahaan, Azwin Nugraha selaku Public Relations & Communications Manager Moonton Indonesia, secara tegas meluruskan informasi yang menyudutkan.
"Kami tegaskan, rumor yang beredar ini adalah hoaks," tegas Azwin melalui pernyataannya di platform media sosial Instagram pribadinya @azwinnugraha.
Lebih lanjut, Azwin menegaskan bahwa Moonton tidak akan berdiam diri terhadap penyebaran informasi yang tidak benar.
Perusahaan siap untuk mengambil langkah hukum terhadap individu atau pihak yang terlibat dalam menyebarkan hoaks ini.
"Terkait rumor beredar: Berita ini adalah hoax. Kami berhak meminta pertanggungjawaban hukum bagi mereka yang mendukung atau menyebarkan rumor ini," tambahnya.
Dalam upaya menjaga kejelasan posisi, Moonton memastikan komitmennya untuk selalu berjalan di jalur yang benar.
Mereka juga membuka pintu kerjasama dengan pihak yang berwenang untuk membuktikan ketidakterlibatan mereka dalam tudingan tersebut.
Kesadaran akan pentingnya verifikasi informasi menjadi sorotan dalam konteks ini. Masyarakat diingatkan akan risiko penyebaran informasi palsu yang merugikan.
Memastikan kebenaran informasi sebelum disebarkan menjadi kunci utama untuk meminimalisir dampak negatif dari hoaks.
Klarifikasi ini bukan hanya sekadar menolak tuduhan, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya melakukan pengecekan validitas informasi sebelum dianggap benar atau disebarluaskan.
Dengan komitmen yang teguh untuk memberikan informasi yang jelas, terverifikasi, dan menjaga integritasnya, Moonton berharap dapat memulihkan kepercayaan publik serta menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyebarkan informasi di era digital ini. (Doni Saputera/Radar Jogja)