RADAR JOGJA - Setelah satu minggu sejak penayangannya pada 2 November 2023 lalu, serial Gadis Kretek masih mengundang banyak pembicaraan.
Para wargenet di berbagai platform media sosial masih setia membicarakan serial ini.
Tidak hanya bagaimana jalan cerita serial ini, namun juga bagaimana para aktor memerankan karakternya dan berbagai proses produksi serial ini.
Serial ini berhasil mencuri perhatian ribuan warganet baik yang sudah membaca novelnya ataupun yang belum.
Artikel ini akan membahas tujuh fakta menarik tentang serial Gadis Kretek ;
- Diangkat dari novel terkenal karya Ratih Kumala yang terinspirasi dari kisah keluarganya.
Serial ini diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Ratih Kumala.
Latar belakang Ratih Kumala membuat novel ini karena usaha kretek miliki keluarganya.
Rasa ingin tahunya terhadap kretek dan rokok sangat tinggi hingga mendorongnya membuat sebuah novel dengan latar belakang usaha kretek.
2.Duet perdana pasangan suami istri Kamila Andini dan Ifa Isfansyah sebagai sutradara
Kedua sutradara serial Gadis Kretek merupakan sepasang suami-istri.
Karir mereka di dunia sineas sudah cukuplah lama. Kamila Andini merupakan seorang sutradara perempuan yang banyak mendirect film-film yang berbicara tentang perempuan.
Sedangkan Ifa Isfansyah merupakan seorang sutradara yang sudah banyak mendirect film dengan berbagai genre seperti Losmen Bu Broto, Hoax, Sang Penari, dan masih banyak lagi.
Tampilnya mereka berdua dalam serial ini menghasilkan karya yang sangat luar biasa. Serial ini tidak hanya laris kancah nasional namun hingga internasional.
3. Menjadi serial original pertama Indonesia yang diproduksi langsung oleh Netflix
Serial ini menjadi serial original pertama Indonesia yang diproduksi langsung oleh netflix.
Sebagian besar serial original netflix berasal dari negara-negara luar seperti Amerika atau Korea.
Dan serial Gadis Kretek menjadi serial pertama Indonesia yang diproduksi langsung oleh netflix.
4. Banyak menyorot tokoh-tokoh perempuan, serial ini mengangkat peran perempuan dibalik kesuksesan bisnis kretek.
Tokoh utama dalam serial ini adalah seorang perempuan bernama Dasiyah.
Pemilihan tokoh utama perempuan yang berperan besar dalam industri kretek ini, sebagai pemecah stereotip bahwa perempuan juga bisa berkecimpung dalam dunia rokok.
Tidak hanya seorang laki-laki saja.
5. Menampilkan latar tahun 1960 an lebih dari 100 set dibangun di 20 lokasi yang berbeda sebagai bentuk untuk mewujudkan suasana yang lebih real
Untuk membangun suasana yang real pada tahun 1960-an tim produksi membuat 100 set tempat yang berada di 20 lokasi yang berbeda. Hal itu bertujuan agar feel masa 1960 yang akan dirasakan oleh penonton.
6. Museum Kretek di Kudus Jawa Tengah menjadi salah satu lokasi syuting
Salah satu adegan pada serial ini mengambil gambar di Museum Kretek Kudus. Dari situlah pencarian asal usul kretek dimulai. Yang menariknya adalah museum ini menjadi satu-satunya museum rokok di Indonesia yang memiliki 1195 benda koleksi.
Baca Juga: innalillahi...Penyanyi Campursari Ternama Cak Diqin Meninggal Dunia
7. Backsound atau lagu-lagu yang ada pada serial ini banyak menggunakan lagu-lagu lawas
Lagu-lagu lawas tersebut kemudian diaransemen dan dinyanyikan ulang oleh musisi Indonesia saat ini Lagu-lagu jaman dulu ini digunakan untuk membangun suasana tahun 1960-an agar jauh lebih terasa. (Annida Muthi’ah)
Editor : Bahana.