RADAR JOGJA - Kartun klasik yang dicintai oleh banyak generasi, "Bambi," siap untuk mengalami transformasi yang mengejutkan.
Produser film Winnie The Pooh : Blood and Honey, Rhys Waterfield mengumumkan rencana untuk meremake "Bambi" dalam genre horor,bertajuk Bambi : The Reckoning , mengubah kisah yang dulu penuh dengan kelembuta dan keindahan hutan menjadi pengalaman yang penuh dengan ketegangan dan ketakutan.
Dilansir dari laman radiotimes.com Senin (30/10), Sutradara Scott Jeffrey nantinya turut membantu Waterfield dalam menggarap versi horor Bambi. Jeffrey menerangkan mengenai sosok rusa sebagai pembunuh dalam film ini.
“Film ini akan menceritakan kembali kisah tahun 1928 yang sangat kelam yang kita semua tahu dan cintai, Bambi akan menjadi mesin pembunuh ganas yang mengintai di hutan belantara. Bersiaplah untuk Bambi dengan rabies” ucapnya jelas.
Film ini akan bercerita tentang seekor rusa yatim piatu bernama Bambi. Bukannya menggemaskan, alih-alih menggemaskan, film ini digadang-gadang akan membawa kisah mengerikan mengenai seekor rusa yang dulu sangat digemari anak-anak.
Jeffrey mengungkapkan bahwa film horor Bambi terinspirasi dari film The Ritual dari Netflix. Karenanya, kini ia siap menampilkan karakter Bambi, seekor rusa yatim piatu dengan citra baru.
Sementara Rhys Waterfield baru saja merilis film animasi Winnie. Sosok beruang madu yang lucu dan menggemaskan disulap Waterfield menjadi sosok pembunuh berantai yang menakutkan lewat Winne The Pooh: Blood and Honey. Film itu resmi dirilis dan sukses menciptakan teror bagi para penontonnya.
Sampai saat ini Disney belum mengumumkan lebih lanjut soal filml ini,namun rencanya film Bambi: The Reckoning akan dirilis tahun 2024.
Sebagian besar penggemar film dan penggemar "Bambi" akan menantikan perilisan film ini dengan antusiasme dan rasa ingin tahu yang besar.
Proses produksi film ini akan menjadi sorotan utama dalam beberapa waktu ke depan, dan banyak yang akan menunggu untuk melihat bagaimana kisah "Bambi" akan berubah dalam versi horor yang baru.(Fatimah Rizqi z)
Editor : Bahana.