RADAR JOGJA – Banyak generasi muda Indonesia rela mengeluarkan uang dalam jumlah besar hanya untuk game online.
Hal ini membuat negara mengalami kerugian triliunan rupiah dalam setahun akibat budaya konsumtif berbelanja game online dari developer luar negeri.
Pada data tahun 2023, tercatat mesyarakat Tanah Air rela mengeluarkan uang sebesar Rp30 triliun untuk top up video game, sebesar 99,5% atau hampir seluruh uang yang dibelanjakan tersebut langsung mengalir ke luar negeri, tidak berputar di negeri ini.
“Pengeluaran orang Indonesia untuk game 99,5 persen itu ke luar Indonesia,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi, Odo RM Manuhutu di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (28/10/2023).
Melihat besarnya potensi tersebut, Odo mengatakan Pemerintah menginginkan 70 persen uang yang kabur tersebut dapat bisa kembali ke Tanah Air.
Khususnya dengan menggerakkan industri game online buatan lokal.
Pemerintah mendorong peningkatan SDM, akses pasar, perangkat keras dan lunak serta kemajuan industri game buatan lokal pada tahun 2024 – 2025 agar tidak ada lagi kerugian besar terhadap negara yang diakibatkan kegiatan konsumtif di industri game Indonesia. (Juliana Belence/ RADAR JOGJA)
Editor : Bahana.