RADAR JOGJA - Perjalanan negeri Korea Selatan sebelum kemerdekaan tiba. Penjajahan Jepang sangat membuat masyarakat Korea menderita.
Berbagai bentuk diskriminasi yang dilakukan oleh Jepang sudah bergulir selama bertahun-tahun.
Bentuk protes dan gambaran atas diskriminasi yang dilakukan bangsa Jepang tersebut dikemas apik melalui drama Korea berjudul Pachinko.
Drama Pachinko sudah tayang sejak tahun 2022. Pada masa awal penayangan drama ini, banyak penikmat film yang sangat mengapresiasi terhadap drama ini.
Daram Pachinko merupakan adaptasi dari novel best seller dengan judul yang sama.
Novel tersebut merupakan karya dari Min Jin Lee dan sudah diterjemahkan ke dalam 30 bahasa.
Drama Pachinko dibintangi oleh Lee Min Ho, Youn Yuh Jung, Jin Ha, Soji Arai, Jeong In Ji, Kaho Minami, dan masih banyak lagi.
Drama ini berjumlah delapan episode. Jika ditarik kesimpulan dari sudut pandang penonton, drama ini bergenre romansa.
Namun, terdapat pelajaran sejarah sangat kental dalam drama ini.Drama Pachinko dapat dinikmati melalui Apple TV.
Drama Pachinko menceritakan tentang kehidupan tokoh bernama Sunja yang bermigrasi ke Jepang sejak dirinya masih muda. Sunja lahir pada tahun 1910.
Saat itu kota kelahirannya yaitu Busan masih mengalami penjajahan Jepang. Pada saat Sunja remaja, ia bertemu dengan makelar bernama Koh Hansu (Lee Min Ho). Sunja pun jatuh cinta kepada Koh Hansu.
Hingga suatu saat, ia tahu bahwa Koh Hansu sudah menikah. Ia pun patah hati dan meninggalkan Koh Hansu.
Ia akhirnya memilih pria lain dan melakukan imigrasi ke Osaka, Jepang untuk membesarkan anaknya dan berharap bisa menciptakan keluarga bahagia di sana.
Namun saat tiba di Jepang,ia mengalami berbagai diskriminasi dari warga setempat. Kesulitan demi kesulitan ia lalui demi setia mendampingi sang suami.
Pachinko merupakan nama permainan yang hampir sama dengan judi yang dijalankan oleh keluarga Sunja yang ada di Busan.
Kemudian, permainan Pachinko tersebut dilanjutkan oleh Sunja di Jepang hingga dirinya berusia lanjut.
Fokus drama ini yaitu menjelaskan dan menggambarkan bagaimana hubungan Korea dan Jepang pada masa lalu.
Drama ini menjadi gambaran atas diskriminasi yang dialami Korea saat penjajahan Jepang. Pada masa itu, orang-orang Korea sangat takut dengan Jepang.
Kehidupan mereka bergantung pada pemerintah Jepang. Mereka tidak memiliki kebebasan atas kehidupan.
Drama ini merupakan bentuk eksplorasi sejarah Korea saat perang dunia kedua. Alur yang digunakan drama ini maju dan mundur, sehingga masih sangat relete dengan kehidupan masa kini. (Annida Muthi’ah)
Editor : Bahana.