RADAR JOGJA – The Architecture Of Love merupakan film yang diangkat dari novel karya Ika Natassa, dimana dalam film tersebut menyandingkan Nicholas Saputra dan Putri Marino.
Dalam film tersebut Nicholas Saputra berperan sebagai River dan Putri Marino berperan sebagai Raia.
Film The Architecture Of Love disutradarai Teddy Soreiaatmadja yang diproduksi oleh Starvision Plus, dan lokasi syuting di New York City, AS.
Produser sekaligus CEO Starvision Chand Parwez Servia mengatakan dalam proses pembuatan film tersebut tidak mudah, apalagi sebagai seorang produser yang memiliki tugas yang lebih dan harus dipenuhi.
"Mengalihwahanakan sebuah novel tentunya ada pembaca yang harus kita penuhi ekspektasinya, tapi di luar pembaca novel ada penonton juga yang lebih besar.
Ini adalah sebuah tantangan yang sangat menarik," ujar Chand Parwez.
Sementara Ika Natassa mengaku memang sudah menyukai akting Putri Marino yang telah meraih berbagai penghargaan seperti Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Posesif, dan Pemeran Wanita Terbaik dalam film Losmen Bu Broto.
Ika Natassa mengaku telah melocked Puti Marin dari tahun 2020.
“Kalau Putri Marino jujur kita sudah locked dari tahun 2020. Maaf ya menggantung sekian lama. Jadi waktu itu, aku sama Pak Parwez mengobrol berdua, muncullah nama Putri. Tanpa perdebatan, kita berdua sepakat. Setuju,” ujar Ika Natassa.
Setelah menyepakati dan menyetujui Putri Marino sebagai pemeran utama dalam film The Achitecture Of Love pada 2020 lalu, sempat mengalami jeda panjang karena pandemi covid 19, hingga mempunyai waktu untu menyeleksi para pemain dalam film tersebut.
“Waktu itu sempat ada jeda gara-gara pandemi Covid-19. Alhamdulillah dengan adanya jeda, saya, Pak Parwez bersama tim casting (setelah Mas Teddy masuk), menemukan banyak nama yang luar biasa,” ujar Ika Natassa.
Deretan nama luar biasa yang dimaksud antara lain Omar Daniel, Jerome Kurnia, Jihane Almira, Arifin Putra, Agla Artalidia, Jeremie Tobing, Willem Bevers, Imelda Therinne, dan aktris legendaris Lydia Kandou.
Ika Natassa lantas memberi catatan khusus soal tokoh Raia. Raia adalah penulis. Menulis menjadi identitasnya.
Saat seorang penulis tak bisa menulis, maka ia kehilangan identitas. Inilah yang terjadi pada Raia hingga akhirnya ia terbang ke negeri orang.
“Itulah yang dirasakan Raia dan dia harus mencari identitasnya kembali dengan segala cara sampai akhirnya dia kabur ke New York, tinggal di rumah sahabat, dan menemukan hidupnya kembali,” ujarnya.
Putri Marino juga mengaku bangga ikut mengambil bagian dalam film tersebut.
"Menjadi Raia bergabung di sini yang pasti happy, aku sudah baca bukunya sejak lama. Jadi dipercaya memerankan Raia di sini sangat bahagia sangat bersyukur, ya. Happy bisa bergabung sama mereka semua dan deg-degan juga mau syuting sebentar lagi," ujar Putri Marino.
Begitu juga dengan Nicholas Saputra akan menjawab ekspetasi penonton dan akan menampilkan yang terbaik dalam film Architecture Of Love ini terlebih mendalami karakter sebagai River.
"Tokoh yang sudah ada ini kan berdasarkan buku ya, tinggal gimana memberikan aksen, detail yang bisa menambah cerita filmnya biar bisa lebih menarik. Tinggal bagaimana dihidupkan melalui akting," tutup Nicholas Saputra. (Steven Ardinanta Sembiring/RADAR JOGJA)
Editor : Bahana.