RADAR JOGJA - Beberapa waktu ini Trailer Film "Nona Manis Sayange," yang baru dirilis, telah memikat hati penonton dengan mengangkat dan memperkenalkan adat istiadat Labuan Bajo yang kaya dan unik.
Dengan begitu, film ini menjadi sebuah penyelami budaya yang menghidupkan kembali warisan tradisional masyarakat Labuan Bajo, pulau eksotis di Indonesia Timur.
Sebagai film yang mengusung genre drama romantis, "Nona Manis Sayange" mengintegrasikan unsur budaya Labuan Bajo dengan cerita cinta yang mengharukan.
Melalui karakter-karakternya, penonton dibawa dalam perjalanan yang mendalam ke dalam adat istiadat pernikahan Labuan Bajo yang penuh warna dan makna.
Film “Nona Manis Sayange “ bercerita tentang kisah cinta antara Sika, seorang gadis Bajo, dengan Akram, seorang pemuda dari luar Labuan Bajo yang terhalang oleh adat.
Film arahan Hestu Saputra ini dibintangi oleh artis tanah air di antaranya Van Der Veeken dan Pangeran Lantang.
Salah satu sorotan utama film ini adalah adat istiadat dalam pernikahan.
Sama halnya dengan beberapa daerah lainnya, Labuan Bajo pun mempunyai tradisi dalam adat pernikahan yang disebut dengan “ Belis”.
Belis atau lebih dikenal dengan Mahar ini biasnya berupa pemberian sejumlah uang atau hewan dari pihak keluarga laki-laki diberikan kepada orangtua calon mempelai wanita.
Tujuan dan fungsi Belis ini adalah sebagai simbol penghargaan dan pengakuan kepada harkat dan martabat seorang perempuan.
Lewat Film "Nona Manis Sayange", Hestu Saputra selaku Sutradara mencoba menghadirkan keindahan alam dan budaya lokal secara serentak.
Sementara itu, Pangeran Lantang dalam memerani film ini, ia mengaku naik 800 anak tangga di Bukit Padar. Karena susah capek dilakukan bersama tim dan pemeran lainnya, namuan keluhan tersebut menjadi tidak terasa.
Tak hanya itu para kru dan pemeran film harus syuting di tengah terik matahari, yang dia rasa jaraknya cukup dekat dengan matahari.
Film yang telah dirilis ini, diharapkan bukan hanya menjadi sebuah hiburan, tetapi juga menjadi sarana penting dalam melestarikan dan memperkenalkan warisan budaya lokal yang tak ternilai kepada generasi muda. (Fatimah Rizqi Z/Radar Jogja)
Baca Juga: Raffi Ahmad Buka Suara Terkai Penyakit Puta Keduanya.
Editor : Meitika Candra Lantiva