RADAR JOGJA – Raissa Ramadhani merilis lagu ketiga yang berjudul “Seribu Pelukan”, lagu ini menceritakan tentang kerinduan seseorang terhadap orang yang sudah pergi untuk selamanya.
Raissa Ramadhani membuat lagu ini berdasarkan kisah yang dialaminya selepas kepergian ibunda tercinta kepada yang Maha Kuasa.
“Lagu ketiga aku berjudul Seribu Pelukan, tentang kerinduan terhadap seseorang yang sudah pergi untuk selamanya. Awalnya, saat mendapat lagu ini, pemikiran aku belum mengarah ke situ. Barulah setelah rekaman, aku ditanya soal impresi lagu ini oleh Mbak Tenty dan Mas Choki. Aku pun bilang kalau saat rekaman tadi, lagu ini terus mengingatkan aku dengan mendiang ibuku. Lalu, ketika didengarkan lagi, semua setuju,” kata Raissa.
Untuk menyelesaikan lagu ini membutuhkan waktu selama dua bulan mulai dari workshop, take demo, sampai rekaman. Raissa mengungkapkan tidak ada kesulitan selama proses pembuatan lagu yang berjudul “ Seribu Pelukan” tersebut.
Menurutnya pada bagian musik sering diganti karena tim musik ingin memberikan hasil akhir yang terbaik. Menurut Raissa tidak mengalami kesulitan karena lagu yang ia ciptakan tersebut merupakan pengalaman pribadinya sehingga ia dapat menjiwai lagu tersebut.
Raissa Ramadhani mengatakan ketika prose rekaman untuk menghayati lagu dia mengenang kepergian sang ibunda.
“Mbak Tenty dan Mas Choki juga sangat membantu selama pengerjaan karena mau menerima masukan dari aku dan Tim Sony Music. Bisa dibilang, pertukaran ide kami berjalan dengan baik karena tujuannya sama: menciptakan karya yang bisa diterima orang banyak,” ungkap Raissa.
Dalam chanel youtube pribadinya Raissa sudah merilis Official Teaser Seribu Pelukan pada 10 oktober dengan dua ribu lebih penonton.
Kemudian lagu Seribu Pelukan sudah tayang di chanel youtube Raissa Ramadhani pada 12 oktober 2023. Chanel youtube Raissa pun langsung banjir komentar dari netizen.
Kolom komentar di penuhi komentar yang menyebut lagu ini merupakan lagu tersedih, belum sampai sehari lagu Seribu Pelukan sudah tembus seribu lebih penonton. (Steven Ardinanta Sembiring/ RADAR JOGJA)
Editor : Bahana.