RADAR JOGJA - Sutradara Gareth Edwards sukses menghadirkan pengalaman baru kepada penonton lewat film terbarunya, The Creator. Lewat penyajian konflik yang berbeda, menambah kesan yang unik.
The Creator Dibintangi oleh John David Washington sebagi Joshua, Gemma Chan, Ken Watanabe, Strugill Simpson, Madelaine Yuna Voyles, dan Allison Janney.
Film ini menyoroti perang antara manusia dan sistem kecerdasan buatan (AI) yang dianggap dapat menjadi ancaman besar bagi umat manusia.
Sebagaimana diketahui Al atau Teknologi kecerdasan buatan berkembang cepat, dan mempengaruhi banyak elemen kehidupan modern seperti saat ini.
Hal tersebut menjadi inspirasi dari cerita film “The Creator”.
Kisah film “The Creator” bermula setelah terjadinya serangan dahsyat di kota Los Angeles yang dilakukan oleh AI, yang diperkasai oleh negara timur. Sehingga memicu perang antara Barat dan Timur.
Dibalik suksenya film “The Creator” ternyata terdapat fakta menarik yang perlu diketahui, seperti berikut :
Ide Cerita
Dilansir dari D23.com sang sutradara film “The Creator”mengungkapkan, dirinya mendapat ide plot pada saat berkendara saat melewati pabrik. Usai merampungkan Rogue One : A Star Wars Story (2016), dirinya melakukan perjalan bersama pacarnya di Lowa.
Pada saat itulah dia melihat sebuah pabrik dengan logo mirip Jepang ,yang tergeletak di tengah rerumputan tinggi di sebuah lahan pertanian.
“Saya bertanya-tanya, apa yang mereka lakukan disana? oh, mungkin itu robot atau sesuatu yang keren,” pungkas Edwards.
“Kemudian saya berpikir, ’oh, bayangkan menjadi robot yang dibuat di pabrik dan anda keluar dari pabrik untuk pertama kalinya,” lanjutnya.
Ide tersebut menghantui imajinasinya, dan sesampainya di rumah orang tua pacarnya, ia membuat latar dasar untuk filmnnya.
Casting pemain
Beberapa aktor dan pemain pendukung dalam film “The Creator” berasal dari sekitar wilayah syuting film tersebut.
Di antarnya, orang-orang di Nepal dari kota kecil dekat kuil Budha.
“Beberapa anak setuju untuk mencukur rambut mereka dan berperan sebagai robot biksu," ungkap Edwards, sang sutradara film itu.
“Itu sungguh tidak nyata, mereka semua sangat bersemangat untuk tampil di film Hollywood,” imbuhnya.
Proses produksi film
Di beberapa kesempatan adegan pada film “The Creator” diambil secara langsung.
Sang sutradara memutuskan bahwa dengan begitu dapat menghemat biaya dan lebih menarik secara visual.
Adapun untuk mewujudkan visi sang sutradara, tim produksi dilakukan dengan mengunjungi 80 likasi di 8 negara yang berbeda. Antara lain: Thailand, Vietnam, Kamboja, Nepal, Jepang, Indonesia, Inggris dan Amerika Serikat.
“Kami memilih gunung berapi di Indonesia, Kuil Budha di Himalaya, Reruntuhan Kamboja, dan Desa Terapung," sebut Edwards.
Instrumen asia
Pada beberapa elemen film, sang sutradara menggunakan elemen asia. Terlihat dalam penggunaan instrument lagu oleh band rock tahun 70-an asal Indonesia “Golden Wing”, seperti lagu berjudul “Kasih suci”, Hanny, dan Hari yang Mulia”.
Lagu-lagu tersebut menemani para penonton untuk semakin masuk ke dalam petualangan para AI dan manusia dan sekaligus menambah daya Tarik tersendiri lewat ciri khas lokal. (Fatimah Rizqi Z)