RADAR JOGJA - Studio Epic Games, yang dikenal dengan game Battle Royale populer Fortnite dan platform pengembangan game Unreal Engine, menghadapi perubahan besar baru-baru ini.
Chief Creative Director Fortnite, Donald Mustard, mengumumkan pengunduran dirinya setelah 25 tahun di Epic Games.
Namun, kabar kurang menggembirakan datang, dengan berita bahwa Epic Games akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 830 karyawan, atau sekitar 16 persen dari total karyawan mereka.
Menurut CEO Epic Games, Tim Sweeney, keputusan ini diambil untuk mengatasi masalah pengeluaran yang melebihi pendapatan perusahaan.
Selain itu, Epic Games berencana untuk menjual saham mereka ke platform musik online independen, Bandcamp, yang baru-baru ini diakuisisi oleh Songtradr.
Dilansir dari Bloomberg, selain PHK, Epic Games juga akan memisahkan divisi pemasaran mereka, SuperAwesome, menjadi perusahaan independen, sebagai respons terhadap tantangan yang muncul selama pandemi COVID-19.
Keputusan ini telah membawa dampak luas, termasuk pengembang game Fall Guys, Mediatonic, yang beberapa anggotanya terkena dampak PHK.
Kejadian ini bukanlah yang pertama kali terjadi di industri game.
Sebelumnya, Embracer Group menutup studio Volition, yang merupakan studio di balik franchise Saints Row, setelah perilisan versi reboot yang tidak sesuai ekspektasi.
Sementara itu, Activision Blizzard juga melakukan PHK terhadap beberapa anggota tim pengembang Hearthstone dan melepas 50 karyawan dari tim pengembangan Overwatch League dalam rangka restrukturisasi perusahaan yang serupa. (Cici Jusnia)
Editor : Bahana.