JOGJA - Kabar gembira bagi pecinta musik emo di Jogja. Saosin, grup band post hardcore emo asal California, Amerika Serikat, dijadwalkan manggung di Kawasan Candi Prambanan Jogja.
Band yang terbentuk pada 2003 ini dijadwalkan manggung pada November 2023 mendatang. Band yang sudah lebih dari 10 tahun tidak datang ke Indonesia ini manggung dalam gelaran Wild Ground Festival.
Meski band berasal dari Amerika, ternyata nama Saosin berasal dari bahasa Tionghoa yang berarti caution atau peringatan.
Diusulkan oleh vokalis pertama Saosin bernama Anthony Green. Dengan maksud sebagai pengingat tidak ada yang abadi di dunia ini.
Kata tersebut diketahui berasal dari kisah Tionghoa pada abad 15. Menceritakan tentang seorang ayah yang memperingatkan anaknya yang menikah atas dasar materi dan uang.
Hal itu dilakukan karena menyakini bahwa orang bisa mati sewaktu-waktu. Bahwa tidak ada hal yang abadi di dunia ini.
Wild Ground Festival digagas oleh Starcross, brand clothing dan apparel asli Jogja. Pada gelaran kedua kali ini, festival akan digelar dua hari, 11-12 November 2023.
Founder Starcross Weimpy Adhari mengatakan Wildground Fest ialah salah satu usaha untuk terus merawat ekosistem kreatif di Jogja. Kedatangan Saosin diharapkan bisa memenuhi rindu para fansnya khususnya di Jogja.
"Saosin, mereka balik ke Indonesia. Terakhir ke Indonesia sekitar 2008-2010 (lebih dari 10 tahun)," ujarnya, Kamis (28/9/2023).
Menghadirkan band emo papan atas, diakui memang tidak mudah. Apalagi belakangan ini ada trust issue banyak konser dibatalkan.
Ditambah, kondisi industri musik di Eropa dan Amerika sedang naik usai pandemi Covid-19. Sehingga kedatangan Saosin ke Indonesia dinilai sebagai prestasi yang baik.
"Cukup berat, kami berharap dapat yang diinginkan tapi mereka (group musik ternama) memilih tour Amerika dan Eropa. Mereka di sana kolektif bikin tour sendiri. Jadi cukup berat mengambil jadwal kami," jelasnya.
Pemilihan Candi Prambanan sebagai venue sendiri bukan melulu menyoal terkenalnya Candi tersebut. Namun dinilai sebagai tempat yang ramah bagi keluarga.
"Bukan karena Candi-nya, tapi venue yang membentang, dengan infrastruktur lebih memadai. Rumput hijau, area sebesar itu, ada pohon-pohon, family friendly akan lebih terasa," ujarnya.
Vokalis FSTVLST, Farid Stevy sebagai salah satu penampil mengatakan kondisi saat ini tidak dipungkiri ada trust issue banyak konser dibatalkan.
Namun, diyakini kondisi festival musik di Jogja seperti Wildground Festival terpercaya dan berbeda.
"Susah membuat karakter baru di festival musik, saya juga gak sepakat ini disamakan dengan festival-festival di Jakarta. Apa pun yang dibuat kawan-kawan Jogja pasti (bagus terpercaya)," ujarnya.
Starcross mempertahankan Wild Ground Festival sebagai event yang ramah untuk keluarga untuk memberikan pengalaman terbaik. Tak sekadar festival musik, Wildground Fest juga menyajikan berbagai aktivitas yang bisa diikuti pengunjung.
Diantaranya interactive talkshow, street art exhibition, skate, photography exhibition, FnB, clothing expo, movie screening, dan cooking show by artist.
Di tahun kedua ini, Wild Ground Fest menampilkan lebih dari 20 line up. Selain Saosin, juga dihadirkan Noh Salleh dari Malaysia yang dikenal sebagai frontman band rock bernama Hujan, trio emo dari Singapura bernama Forest, Polyester Embassy yang sudah lama vakum.
Selain itu, Wild Ground Fest 2023 mengusung beberapa nama local heroes Jogja. Diantaranya DPMB, 20 Miles Marathon, Hang The DJ (komunitas penikmat music), FSTVLST, dan Sophie.
Penampil lain ada Rocket Rockers yang tahun sebelumnya juga tampil, Pee Wee Gaskins, Perunggu, Alone at Last, juga Summerlane. (lan)
Editor : Amin Surachmad