RADAR JOGJA - Sony, salah satu raksasa teknologi terkemuka dunia, sedang menghadapi ancaman serius terkait kebocoran data yang baru-baru ini terungkap.
Sebuah kelompok hacker yang belum diidentifikasi dengan jelas telah berusaha mencuri data berharga dari perusahaan ini, termasuk informasi terkait PlayStasion.
Informasi terbaru ini muncul ketika kelompok Ransomware mengklaim berhasil mengakses sistem internal Sony dan mencuri data yang signifikan.
Ancaman ini semakin mendalam karena kelompok tersebut mengancam untuk menjual data tersebut jika Sony menolak membayar uang tebusan yang mereka tawarkan.
Hingga saat ini, Sony belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai situasi ini, sehingga kebenaran dari klaim kelompok hacker ini belum bisa dipastikan.
Namun, CyberSecurityConnect melaporkan bahwa kelompok tersebut telah menyusup ke seluruh sistem Sony, termasuk Sony Group Corporation dan Sony Corporation, yang dikenal dengan “SONY.com.”
Dalam pernyataan yang diterbitkan oleh kelompok tersebut, mereka mengklaim memiliki lebih dari 6.000 file yang telah mereka curi dari Sony.
File-file ini mencakup berbagai jenis, seperti log file, file HTML, dan file Java, banyak di antaranya dalam bahasa Jepang.
Kelompok ini bahkan telah memberikan bukti aksinya dengan menyertakan sampel data dan ‘file tree’ dari apa yang mereka curi.
Menariknya, meskipun kelompok hacker ini telah mengancam untuk menjual data perusahaan tersebut, mereka juga mengumumkan bahwa mereka akan mempertimbangkan menawarkan data ini kepada publik tanpa adanya pembayaran tebusan.
Saat ini, belum ada harga yang ditentukan untuk data tersebut, dan mereka yang tertarik dapat menghubungi kelompok ini melalui aplikasi chat terenkripsi bernama Tox.
Namun, situasi ini masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut.
Sony belum mengonfirmasi atau membantah klaim kelompok hacker ini, dan belum jelas apakah data yang dicuri memiliki nilai informasi yang sangat penting dan personal atau tidak.
Kita akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memberikan informasi lebih lanjut seiring berjalannya waktu. (Cici Jusnia)
Editor : Bahana.