RADAR JOGJA – Kabar menyedihkan datang bagi seluruh penggemar anime, terutama penggemar Jujutsu Kaisen. Manga Jujutsu Kaisen chapter 236 ini mendadak viral diseluruh sosial media karena salah satu karakter favorit bernama Gojo Satoru dinyatakan mati.
Hal ini juga sempat menjadi viral disalah satu sosial media twitter dan menjadi trending di Indonesia dengan nama “Gojo”.
Kabar ini tentunya mengejutkan para penggemar dan mengundang kesedihan yang mendalam. Terlihat potongan gambar dari manga Jujutsu Kaisen chapter 236, saat Gojo Satoru sudah tidak berdaya.
Dilansir dari duniagames.co.id, dalam bab sebelumnya, Gojo menggunakan Black Flash untuk mengisi kembali cadangan energi kutukannya dan menyembuhkan dirinya.
Dia kemudian melepaskan serangan Reversal : Red yang bertabrakan dengan Lapse : Blue yang sudah ada untuk menciptakan Hollow Purple.
Serangan itu mengalahkan Mahoraga dan melukai Sukuna, menjadikan Gojo sebagai pememang pertarungan itu.
Jujutsu Kaisen chapter 236 ini membawa para penggemar kepada kesedihan yang sangat mendalam.
Sebelum pertarungan ini terjadi, Gojo menceritakan kepada geto bahwa kematian akan membawa konsekuensi untuk ayahnya, tetapi ia telah mempercayakan penyelesaian masalah tersebut kepada Shoko.
Mereka berbicara tentang pertarungan Gojo dan Sukuna, dimana Gojo mengakui kekuatan yang luar biasa milik Sukuna.
Gojo bahkan berpikir bahwa Sukuna mungkin akan menang tanpa bantuan teknik kutukan milik Megumi.
Gojo juga mengungkapkan bahwa ia menyesal tidak menikmati pertarungan dengan sepenuh hati. Ia juga mengatakan bahwa ia merindukan para sahabat dan murid – muridnya.
Momen ini benar – benar memberikan kesedihan pada karakter Gojo sendiri. Gojo berpamitan kepada orang – orang yang cintai dan kamu melihatnya berada di sebuah ruang tunggu bandara yang berlokasi di Okinawa.
Jujutsu Kaisen chapter 236 berakhir dengan tubuh gojo yang sudah terbelah, bahkan terbaring tak berdaya.
Kemungkinan besar Gojo Satoru sendiri tidak selamat dan kita akan menunggu kelanjutan manga Jujutsu kaisen di chapter selanjutnya. (Juliana Belence)
Editor : Bahana.