RADAR JOGJA - Mortal Kombat 1, sebuah judul yang sangat dinantikan, membuat para penggemarnya merasa bingung ketika diumumkan akan hadir tidak hanya untuk konsol generasi berikutnya, tetapi juga untuk Nintendo Switch.
Pertanyaan muncul: Bagaimana mungkin sebuah game yang bahkan belum dirilis untuk PS4 dan Xbox One mampu berjalan di sebuah konsol portable yang memiliki spesifikasi yang lebih rendah? Kini, dengan versi early-access yang telah diluncurkan, para gamer Nintendo Switch akhirnya dapat melihat langsung sejauh mana penurunan kualitas visual pada versi konsol portable ini.
Downgrade visual memang menjadi ekspektasi wajar untuk Nintendo Switch, mengingat perbedaan spesifikasi dengan konsol generasi berikutnya. Namun, yang mungkin tidak disangka adalah seberapa drastis penurunan ini.
Tidak hanya resolusi yang lebih rendah dan detil cahaya yang dikurangi, tetapi kualitas tekstur dan terutama model karakter mengalami penurunan yang sangat signifikan. Banyak karakter yang terlihat jauh berbeda dari tampilan mereka di konsol lain dan PC.
Salah satu yang paling banyak dibagikan di media sosial adalah wajah Johnny Cage yang terlihat lucu dengan tekstur rendah dan kekurangan ekspresi wajah selain senyum lebar.
Karakter berambut panjang seperti Li Mei juga memiliki rambut dengan detil yang sangat rendah, selain dari perbedaan drastis dalam penampilan wajah mereka di versi konsol generasi berikutnya.
Namun, yang menjadi permasalahan utama adalah harga versi Nintendo Switch yang setara dengan versi konsol generasi berikutnya, yaitu $70.
Melihat visual yang hampir sebanding dengan kualitas PS3 atau bahkan lebih rendah, para gamer tentu merasa bahwa port untuk Switch ini tidak sepadan untuk dibeli.
Sebelumnya, Mortal Kombat 11 juga telah dirilis di Nintendo Switch, tetapi port dari game tersebut tidak seburuk yang terjadi pada Mortal Kombat 1, meskipun keduanya sama-sama memiliki resolusi dan tekstur yang rendah.
Mortal Kombat 1 sebenarnya menggunakan engine baru yang dijanjikan akan memberikan visual yang lebih detil, namun tampaknya hal ini tidak berhasil tersalurkan ke versi Nintendo Switch, mungkin karena kurangnya waktu pengembangan lebih lanjut.
Ada asumsi bahwa masalah visual buruk yang ada pada versi Nintendo Switch adalah hasil dari glitch visual. Meskipun game ini tetap memiliki kualitas yang lebih rendah dibandingkan dengan versi lainnya, apa yang diperlihatkan dalam meme di internet diyakini sebagai hasil dari glitch tersebut.
Saat ini, game baru saja menerima day-1 patch yang telah memperbaiki sebagian masalah kinerja dalam game.
Sekarang, kita hanya perlu menunggu dan melihat apakah tekstur dan model karakter dapat ditingkatkan melalui patch-patch selanjutnya dalam upaya untuk memperbaiki masalah visual yang memalukan ini. (Cici Jusnia)
Editor : Bahana.