RADAR JOGJA - Only Up, sebuah game platforming yang baru pertama kali dirilis pada bulan Mei lalu, telah mengalami perjalanan yang menarik dalam dunia gaming.
Dikenal dengan gameplay yang sangat menantang yang terinspirasi dari "Getting Over It with Bennett Foddy," game ini awalnya muncul tanpa terlalu banyak sorotan.
Namun, popularitasnya melesat beberapa bulan setelah perilisannya, terutama karena mendapat perhatian dari sejumlah streamer Twitch yang gemar menghadapi tantangan tinggi dalam bermain.
Sayangnya, setelah mencapai puncak popularitas pada bulan Juli, Only Up mengalami penurunan popularitas yang cukup signifikan.
Kabar buruk pun datang ketika Indiesolodev, pengembang game ini, mengumumkan melalui postingan di Steam Community bahwa mereka tidak akan lagi menjual Only Up di platform Steam.
Alasan yang mereka sampaikan adalah karena berbulan-bulan mengerjakan game tersebut telah memberikan stres yang cukup besar, dan kini mereka ingin mencari ketenangan serta melanjutkan ke hal-hal baru.
Pengumuman tersebut juga memberi kabar baik bagi para pemain yang sudah membeli Only Up, karena mereka masih bisa mengunduh dan memainkannya seperti biasa.
Hanya saja, game ini tidak akan lagi tersedia untuk pembelian oleh mereka yang belum memilikinya.
Sebagai catatan, ini bukanlah kali pertama Only Up ditarik dari Steam. Pada akhir Juni tahun ini, game ini sempat dihapus dari Steam karena masalah hak cipta terkait aset dalam game. Namun, game tersebut kembali tersedia sehari setelah aset yang bermasalah dihapus.
Di samping pengumuman penarikan Only Up, Indiesolodev juga mengungkapkan rencana masa depan mereka. Mereka berencana untuk melanjutkan pendidikan di bidang desain game dan fokus pada proyek selanjutnya yang berjudul sementara "Kith."
Proyek ini dijanjikan akan sangat berbeda dari game terakhir mereka, dengan penekanan pada aspek realistis dan sinematografi yang kuat. Selain itu, mereka juga mengungkapkan niat untuk mengembangkan game ini bersama tim pengembangan kecil, berbeda dengan Only Up yang dikerjakan secara solo. (Cici Jusnia)
Editor : Bahana.