RADAR JOGJA - Winamp merupakan salah satu freeware gratis yang berfungsi memutar musik maupun video. Winamp kali pertama diluncurkan pada 1997 dan sempat booming di Indonesia kisaran tahun 2010.
Winamp menjadi andalan penikmat musik di Indonesia. Sebab memiliki beragam fitur yang menarik. Mulai dari pergantian tema dan skin hingga jenis musik yang bisa disetting ulang.
"Memang zaman dulu booming sekali. Pertama senang sekali mengganti temanya, ada tema klasik, robot atau apa. Skin ya. Lalu ada jenis musik yang dipilih, misal dangdut, rock, slow, blues. Juga jenis musiknya kan," ujar guru informatika SMP Muhammadiyah 5 Kota Jogja Abdur Rohman Sholeh (25/8).
Lulusan Magister Teknik Informatika UIN Sunan Kalijaga Jogja ini menyebut, Winamp juga memiliki animasi yang bisa diganti-ganti dan biasa memunculkan notifikasi seperti 'Good Morning' atau 'Good evening'. Fitur ini juga menarik karena menjadikan pemakainya seperti disapa.
"Yang menarik dulu ada monitornya, ada animasinya. Meski simple tapi bisa diubah. Ada yang berbentuk garis, musik (stabilizer) naik turun mengikuti berbentuk kotak-kotak di menu," ujarnya.
Seiring perkembangan zaman, Winamp mulai tergeser oleh aplikasi musik lain berbasis online. Winamp menggunakan playlist lagu yang sebelumnya harus di-download terlebih dahulu, sehingga memerlukan kapasitas penyimpanan yang besar.
Proses download lagu membutuhkan storage yang cukup banyak. Sedangkan aplikasi musik saat ini berkembang, asalkan ada jaringan internet bisa dimainkan. Sehingga tidak repot.
"Aplikasi berkembang sesuai zamannya dan teknologinya menyesuaikan pengguna juga. Kalau zaman dulu kuota masih mahal, jadi memang dibuat aplikasi seperti itu. Tapi bersaing sekarang emang gak bisa," jelasnya.
Meski begitu, konsep download lagu untuk dijadikan playlist juga cukup menguntungkan. Karena apabila tidak ada jaringan internet tetap bisa dimainkan. "Manual, bukan aplikasi yang di-online-kan. Bisa jadi kekurangan dan kelebihan," tambahnya.
Abdur mengatakan sebaiknya anak sekarang perlu paham perkembangan teknologi awal hingga terkini. Salah satunya pemutar musik. Sehingga lebih bisa mengapresiasi. "Bukannya harus tahu, tapi harus mengetahui perkembangan pemutaran musik dari dulu sampai sekarang," tandasnya. (lan/laz)
Editor : Satria Pradika