RADAR JOGJA Winamp merupakan alat pemutar musik digital yang populer era tahun 90-an hingga awal 2000. Aplikasi jadul ini dianggap cukup 'berjasa' di hati para pendengar nada dan irama. Di antaranya bahkan menjadi penyemangat dinamika para pekerja.
Salah seorang penikmat aplikasi legendaris ini adalah Sumarno. Kala itu dia masih bekerja di kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Pemkab Gunungkidul. 'Kulakan' lagu-lagu dari komputer, kemudian diunduh dan disimpan dalam handphone (HP). "Saya mendengarkan Winamp saat berangkat dan pulang kerja," kata Sumarno SST, MM kepada Radar Jogja (25/8).
Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Gunungkidul ini melanjutkan, genre musik favoritnya adalah pop rock dan melayu. "Seperti Band Boomerang, Koes Plus, Sheila On 7, itu musik favorit saya," ucapnya.
Aplikasi perangkat Windows jadul ini dinilai praktis saat dipindah ke HP. Saat mendengarkannya dapat membantu meringankan beban kerja dalam keseharian. Dari aplikasi Winamp pendengar disuguhkan deretan daftar lagu. "Kalau zaman saya, Winamp sudah sangat canggih," ungkapnya.
Pemutar musik berlogo petir pada masanya banyak digandrungi masyarakat. Memutar musik yang diawali dengan menyimpan file lagu terlebih dahulu, kata Marno, stoknya memang terbatas sehingga harus memilih dan memilih lagu. "Mendengarkan musik zaman dulu dengan sekarang vibesnya beda. Walau lagu diputar berulangkali, serasa tidak ada bosan-bosannya kalau dulu," jelasnya.
Menurut dia, layanan Winamp diakui turut andil dalam mendukung karirnya dalam pemerintahan. Setidaknya dengan mendengarkan musik pikiran menjadi sedikit lebih jernih. Semacam relaksasi yang dapat membangkitkan semangat dalam dunia kerja. "Jenis-jenis musik pop dan pop rock, keroncong kesukaan saya," katanya.
Entah bagaimana bisa lirik lagu seperti berjalan seiring dengan realita kehidupan masyarakat pada umumnya. Lantas Marno menarik kesimpulan kecil-kecilan bahwa mendengarkan musik adalah salah satu cara membahagiakan diri sendiri.
"Munculnya aplikasi jadul Winamp kala itu sangat menolong dan ringkes atau simpel dibanding mendengarkan lagu dari kaset," ujarnya. (gun/laz)
Editor : Satria Pradika