SLEMAN - Keroncong Plesiran Vol #7 mengajak penonton untuk mencicipi sebuah pertunjukan yang menawarkan nuansa refresing dan relaksasi, musik keroncong yang dibawakan merupakan musik keroncong progresif.
Menurut pantauan Radar Jogja, pada pukul 19.30 penonton sudah memenuhi Amphiteather atau Venue keroncong plesiran yang ada di Asram Edupark. Terlihat sudah banyak yang menduduki gelanggang.
Koordinator acara Radyan Sugandi mengatakan, keroncong plesiran kali ini menghafirkan konsep festival keroncong muda. Yang mana, kali ini menghadirkan grub musik keroncong asli, keroncong modern, hingga keroncong dengan format orkestra.
"Pada tahun ini selain menyuguhkan konsep refreshing dan relaksasi bersama musik orkestra keroncong. Keroncong Plesiran Vol #7 juga menggandeng visual artis untuk turut memberi warna pada acara kali ini. Dalam karya Nadia Diandra, ia ingin mengajak merasakan gelombang aktif di setiap bentuk pola gambarnya," ujarnya kepada Radar Jogja Sabtu (5/8) di Amphiteather Asram Edupark.
Hadir di panggung terbuka yang berada di destinasi wisata yang memiliki fasilitas pertunjukan yang baik dan memiliki 3A yakni amenitas, aksesibilitas, dan atraksi, serta ekonomi bergerak.
Keroncong Plesiran memiliki sejumlah visi dan misi. Mempromosikan destinasi wisata, meningkatkan pariwisata di Yogyakarta, dan mengangkat potensi wisata melalui acara. Selain iru, menggerakan ekonomi masyarakat, melestarikan musik keroncong, mengenalkan musik keroncong, memasyarakatkan musik Keroncong Orkestra.
Ada pula, menyajikan hiburan dengan menerapkan CHSE, memberikan semangat untuk terus produktif serta kreatif, memberikan edukasi, pengetahuan, dan nilai pada kehidupan. Termasuk, memberi ruang apresiasi, menarik minat remaja terhadap musik keroncong, dan memacu lahirnya inspirasi baru.
"Acara ini didukung oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta," tegas Gandi.
Berbagai pengisi acara yang terdiri dari beberapa grup pembuka acara. Ada Simphony Kerontjong Muda yang featuring dengan enam vokalis nasional. Antara lain, Grup Kos Atos ft Iksan Skuter, Sri Redjeki, Paksi Band, Vokalis (Tami Aulia, Okky Kumala, Nyoman Paul, Andika Mahesa, Nabila Maharani, Jhony Iskandar, Damez Nababan (solo saxophone), dan Boris sirait (conduct).
Gandi juga menjelaskan, komunitas Simphony Kerontjong Moeda membawa pertunjukan musik di Keroncong Plesiran ini ke sebuah destinasi wisata di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Konsep lokasi yang dipilih dalam pertunjukan keroncong tak lepas dari konsep 3A.
"Harapannya selain menjadi bentuk apresiasi dan pelestarian musik keroncong, juga dapat menjadi media promosi tempat wisata di Yogyakarta serta berdampak pada sektor ekonomi di wilayah tersebut," katanya.
Keroncong Plesiran membuktikan dalam dua tahun ini mampu menjaga konsistensi dan eksistensinya dalam melintasi masa masa sulit seperti saat pandemi. Dengan melakukan adaptasi di konsep pertunjukannya.
"Oleh karena itu, kami selalu berterimakasih kepada para penonton dan pendengar setia kami yang hingga detik ini masih terus mengikuti perjalanan kami," ungkap Gandi.
Pejabat Walikota Kota Jogja Singgih Raharjo mengatakan, Keroncong Plesiran selalu konsisten hadir di dalam anak-anak muda. Tak hanya itu saja, Ia juga menyebut,Keroncong Plesiran ini adalah program kolaborasi dari komunitas dan pemerintah yang mana ini adalah bentuk cara membangun sinergitas dengan masyarakat.
"Ini adalah kolaborasi sangat bagus. Dan terbukti keroncong plesiran tidak pernah ditinggalkan oleh para fans," ucapnya.
Singgih juga menyebut melalui acara ini pihaknya ingin mendorong para penikmat khusus musik keroncong akan datang ke Yogyakarta. "Semoga para penonton terus konsisten menonton keroncong plesiran," harapnya.
Salah seorang penonton Padma Anisa mengaku, pengemasan acara dan artis-artis yang di panggil dalam keroncong plesiran selalu menghibur.
"Saya selalu mengikuti acara keroncong plesiran ini setiap tahunnya. Dan kali ini konsepnya lebih moderen atau milenial," tandasnya. (ayu)
Editor : Amin Surachmad