Hasil Sementara Sensus Ekonomi, BPS: Sektor UMKM Paling Mendominasi di Kota Jogja

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 21:05 WIB
Seorang pedagang baju melihat suasana dari balik pagar Pasar Beringharjo, Kota Jogja, Kamis (8/10/2026). Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Seorang pedagang baju melihat suasana dari balik pagar Pasar Beringharjo, Kota Jogja, Kamis (8/10/2026). Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

JOGJA – Berdasar pendataan awal pelaku usaha dalam Sensus Ekonomi 2026, menyatakan sektor perdagangan mendominasi aktivitas ekonomi di Kota Jogja. Dari segi kelompok usaha, bidang UMKM tercatat sebagai penyumbang jumlah terbanyak.

Kepala BPS Kota Jogja Joko Prayitno mengatakan, pendataan sensus ekonomi periode Juni-Juli telah rampung. Selama itu, sebanyak 2.700 satuan lingkungan setempat (SLS) telah terdata dalam lingkup rukun tetangga (RT). Meskipun ada tantangan seperti penghuni sedang tidak berada di rumah, dipastikan seluruh SLS sudah didata.

“Pengolahan tersebut harus disesuaikan secara teliti dengan klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI) guna menentukan kategori lapangan usaha secara akurat,” katanya, Kamis (8/10/2026).

Baca Juga: Waspada! Siklon Choi-Wan Picu Gelombang Tinggi di Pesisir Selatan hingga 4,5 Meter 

Joko menyampaikan, pada Oktober 2026 ini merupakan tahap cleaning data dan pengolahan lanjutan. Jika tahap pengolahan data tersebut selesai, maka laporan pendataan akan disampaikan ke BPS pusat.

Dia menarget proses pengolahan data Sensus Ekonomi 2026 ini dapat rampung sepenuhnya. Hal ini agar hasil sensus dapat dirilis secara bertahap pada akhir tahun ini atau pada tahun depan.

“Tujuannya supaya dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai struktur dan peta perekonomian di Kota Jogja,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, hasil dari sensus ekonomi memiliki kebermanfaatan bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan. Misalnya data-data yang menyangkut masalah penghasilan, kepemilikan aset, usaha akan menjadi profil tersendiri masyarakat yang tinggal di Kota Jogja.

Baca Juga: Tergabung di Grup F Bersama Garudayaksa FC dan PSGC Ciamis, PSS Sleman Sambut Baik League Cup

Menurutnya, jika data tersebut dapat dikelompokkan dalam bentuk desil maka bisa mencerminkan keadaan kemampuan masyarakat, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Sehingga kebijakan pemerintah untuk memberikan bantuan pun lebih presisi.

“Sekarang ini masih banyak yang merasa tidak mampu tapi tidak dibantu. Di sisi lain sering ada laporan yang sudah mampu kok dibantu. Dengan sensus ekonomi mudah-mudahan akan lebih memperhalus data," jelasnya. (inu/wia).

Editor : Winda Atika Ira Puspita
sektor umkm sensus ekonomi BPS Kota Jogja hasil sementara mendominasi