Penumpang WNA Naik 7,8 Persen, KAI Daop 6: Dongkrak Ekonomi Pariwisata

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 19:50 WIB
CERIA: WNA yang sedang bersiap menggunakan moda transportasi KAI di Stasiun Jogjakarta. Dokumentasi KAI Daop 6 Jogjakarta
CERIA: WNA yang sedang bersiap menggunakan moda transportasi KAI di Stasiun Jogjakarta. Dokumentasi KAI Daop 6 Jogjakarta

JOGJA - KAI Daop 6 Jogjakarta mencatat jumlah penumpang warga negara asing (WNA) mencapai 264.335 orang sepanjang Januari–September 2026. Jumlah itu meningkat 7,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 245.229 penumpang.  

Peningkatan mobilitas wisman turut mendorong konektivitas pariwisata dan berpotensi menggerakkan sektor ekonomi di berbagai daerah yang terhubung layanan kereta api.

Manager Humas KAI Daop 6 Jogjakarta Feni Novida Saragih mengatakan, hal itu karena Jogjakarta dan Solo sering kali dijadikan titik awal ke destinasi berikutnya seperti Surabaya, Malang, hingga Banyuwangi. Akses transportasi kereta api dari dan menuju berbagai destinasi wisata yang mudah dapat membuka peluang lebih besar bagi pergerakan wisatawan ke berbagai wilayah Daop 6.

Baca Juga: Jude Bellingham: Harry Kane adalah pemain Terbaik Sepanjang Masa Timnas Inggris

"Wisatawan mancanegara juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat," katanya, Rabu (7/10/2026). 

Dia menjelaskan, Stasiun Jogjakarta menjadi stasiun dengan volume keberangkatan penumpang WNA tertinggi di wilayah Daop 6 periode Januari-September yakni mencapai 108.210 penumpang. Sedangkan volume kedatangan penumpang WNA tertinggi juga di Stasiun Jogjakarta sebanyak 101.476 penumpang

"Tingginya mobilitas WNA di stasiun-stasiun wilayah Daop 6 menunjukkan posisi strategis sebagai salah satu gerbang utama wisatawan mancanegara," ujarnya. 

Baca Juga: Legenda Brasil Berikan Penghormatan untuk Lionel Messi saat ia Pensiun dari Sepak Bola Internasional

Sehingga, mobilitas wisman tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, akomodasi, kuliner, transportasi lanjutan, ekonomi kreatif, hingga UMKM yang berada di sekitar destinasi wisata dan kawasan stasiun. Serta diharapkan dapat membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat. 

"Dan UMKM di berbagai daerah yang terhubung oleh layanan kereta api, khususnya di Daop 6 Jogjakarta," jelasnya.

Dia merinci dari jumlah total itu, periode Januari hingga September 2026 tercatat 135.897 penumpang WNA yang berangkat dari Daop 6. Meningkat 6,5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 127.561 penumpang WNA. 

Baca Juga: PSIM Jogja Baru Raih Satu Poin, Van Gastel: Beberapa Pemain Baru Beda Kualitas dan Kebutuhan

Sementara, jumlah penumpang WNA yang tiba di Daop 6 pada Januari–September 2026 mencapai 128.438 penumpang. Meningkat 9,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 117.668 penumpang WNA.

"Pertumbuhan volume penumpang WNA menjadi salah satu indikator kereta api semakin berperan dalam mendukung konektivitas pariwisata," ujarnya. 

Pertumbuhan volume penumpang WNA di angka 7,8 persen pada periode Januari–September 2026 menunjukkan tingginya mobilitas wisman yang memanfaatkan transportasi kereta api.  Stasiun Jogjakarta menjadi salah satu pintu masuk penting bagi wisatawan untuk menjangkau berbagai destinasi wisata di Jogjakarta dan Solo maupun wilayah sekitarnya. (cin/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
penumpang WNA kai daop 6 ekonomi pariwisata wisman