Garap Subtitle Film Bioskop dan Netflix, Pria Asal Jogja Ini Kantongi Ratusan Juta Rupiah

Aris Romadhon • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB
Firosyan fittanasuqi sulaiman bersama sang istri.
Firosyan fittanasuqi sulaiman bersama sang istri.

 

 

 

 

Jika menonton film di bioskop atau layanan streaming, yang ada subtitle Bahasa Indonesia, bisa jadi itu adalah hasil penerjemahan dari Firosyan Fittanasuqi Sulaiman. Dari usahanya tersebut, dalam sebulan dia bisa mengantongi ratusan juta rupiah.

Pria 28 tahun itu membuka jasa yang ia beri nama Saelab pada 2023. Berkembang tidak hanya melayani penerjemahan. Layanannya berkembang mencakup proofreading, subtitling, transkripsi, hingga les bahasa.

Perjalanan membangun usaha tersebut tidak terjadi secara instan. Pengalaman di dunia penerjemahan justru sudah dimulai sejak masih duduk di bangku kuliah.

Baca Juga: Bazar Buku Festival Literasi Gunungkidul, Ribuan Buku Dibanderol Mulai Rp 5.000

Firosyan, sapaannya, menekuni bidang tersebut saat mengikuti program magang sebagai penerjemah untuk sebuah perusahaan di Singapura yang ada di Jogja selama enam bulan.

Pengalaman sebagai penerjemah sejak 2019 hingga 2023 kemudian menjadi bekal ketika dirinya mulai mencoba membangun branding sebagai freelancer.

Awalnya, seluruh pekerjaan masih ditangani berdua. Sekitar satu bulan berjalan, kebutuhan untuk menambah tenaga mulai muncul karena jumlah pekerjaan yang masuk semakin banyak.

Baca Juga: Retribusi Parkir di Kabupaten Gunungkidul Bocor, Lokasi Dilarang Masih Dipakai

 Dua orang penerjemah kemudian direkrut untuk membantu mengerjakan proyek sehari-hari. "Sebulan itu langsung rekrut buat pertama yang meng-handle. Karena kita juga mengurus operasional," ujarnya.

Pada sekitar lima bulan pertama, sebagian besar pekerjaan masih ditangani sendiri. Setelah itu, perekrutan freelancer dilakukan secara bertahap, sekitar satu hingga dua orang setiap bulan. Dalam kurun waktu sekitar satu tahun, jumlah freelancer yang pernah dilibatkan mencapai 10 orang.

Seiring berkembangnya usaha, Saelab tidak hanya menawarkan jasa penerjemahan. Setidaknya terdapat lima layanan yang dikembangkan, yakni penerjemahan, proofreading, subtitling, transkripsi, dan les bahasa.

Baca Juga: Litarasi Tak Berhenti di Buku, 16 Perpustakaan Kalurahan Jadi Ruang Berkarya dan Berdaya

Salah satu layanan yang berkesan untuknya adalah subtitling. Mereka pernah mengerjakan subtitle lebih dari 10 film, baik produksi Indonesia maupun luar negeri.

Proyek tersebut mencakup film layar lebar hingga konten yang ditayangkan melalui platform streaming Netflix. Selain film, Saelab juga pernah menangani subtitle untuk serial dan sejumlah tayangan produksi Indonesia.

Indonesia masih menjadi pasar utama. Namun, layanan Saelab juga pernah digunakan oleh klien dari Inggris, Singapura hingga Australia.

Baca Juga: Jualan di Alkid Jogja, Bolosego Dipungli; Keraton Beri Izin, Paguyuban Pedagang Bantah Terlibat

Untuk tarif, Saelab menawarkan layanan penerjemahan dengan harga sekitar Rp 350 per kata. Sementara layanan yang sepenuhnya dikerjakan manusia tanpa bantuan AI dapat berada di kisaran Rp 500 hingga Rp 600 per kata, tergantung jenis dan kebutuhan pekerjaan.

Sebagian besar tenaga yang terlibat dalam operasional Saelab berasal dari generasi yang sudah terbiasa dengan sistem kerja digital. Terkait kesejahteraan karyawan, ia menyebut gaji yang diberikan berada di atas UMR di DIJ.

Dari sebuah keahlian ia tekuni di bangku kuliah, Saelab kemudian berkembang menjadi bisnis jasa bahasa dengan cakupan yang semakin luas. (cr2/pra)

Editor : Heru Pratomo
subtitle film bioskop bahasa inggris Netfliix Penerjemah