BANTUL – Kopi kini bukan sekadar minuman untuk menemani pagi atau teman ngobrol saat nongkrong. Di balik secangkir kopi, ada peluang usaha, kreativitas, hingga ruang bagi anak muda untuk mengembangkan ide menjadi sebuah bisnis.
Gambaran tersebut hadir dalam gelaran Jogja Coffee Week (JCW) #6 yang berlangsung pada 4–6 September 2026 di Hall B-C Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Bantul. Mengusung tema Inclusive Vibes, kegiatan ini mempertemukan berbagai unsur dalam industri kopi, mulai dari pelaku usaha, petani, roaster, barista, komunitas, hingga pencinta kopi.
Bagi anak muda, gelaran seperti JCW tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati beragam jenis kopi. Event tersebut juga dapat menjadi ruang untuk mengenal lebih jauh dunia kopi dan peluang yang ada di dalamnya.
Industri kopi sendiri memiliki banyak bidang yang dapat digeluti generasi muda. Tidak hanya membuka kedai atau menjadi barista, peluang juga terbuka melalui pengembangan produk, branding, pemasaran digital, hingga membangun bisnis kopi dengan konsep yang lebih kreatif.
Salah satu agenda yang turut menjadi bagian dari JCW #6 adalah Indonesia Coffee Business Summit (ICBS) yang digelar pada 5 September 2026. Forum ini menjadi ruang pertemuan bagi pelaku industri kopi untuk membangun jaringan dan membuka peluang kerja sama bisnis.
Baca Juga: Tidak Akan Ada Suporter Tim Tamu saat Derbi Old Firm Musim Ini
Mengusung tema From Single Origin to Global Coffee Chain, ICBS juga membawa pembahasan mengenai pengembangan kopi Indonesia agar memiliki nilai tambah dan mampu masuk ke rantai pasar yang lebih luas.
Tidak hanya berorientasi pada bisnis, JCW #6 juga menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan. Sejumlah kompetisi seperti Green Bean Competition, Brewers Competition, Cup Tasters, Latte Art, hingga Fun Roasting Competition menjadi bagian dari rangkaian acara.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa industri kopi tidak berhenti pada proses menyeduh dan menikmati minuman. Ada keterampilan, kreativitas, pengetahuan, hingga kemampuan membangun produk yang ikut menentukan perkembangan bisnis kopi.
Kehadiran pelaku kopi dari luar negeri juga membuka kesempatan untuk memperluas jaringan. JCW #6 menghadirkan eksibitor internasional, termasuk dari Jepang, serta melibatkan jejaring kopi dari kawasan ASEAN.
Baca Juga: Trotoar Bukan Jalur Alternatif, Ketika Mahasiswa Turun Tangan Ajarkan Tertib
Bagi anak muda yang selama ini dekat dengan media sosial, perkembangan tersebut juga dapat menjadi peluang tersendiri. Platform digital dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk, membangun identitas merek, sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas.
Di sisi lain, tantangan industri kopi bukan hanya bagaimana menjual produk, tetapi juga bagaimana memberikan nilai tambah. Kopi lokal memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pengolahan, kemasan, branding, hingga strategi pemasaran yang mampu membuatnya memiliki daya saing lebih tinggi.
Karena itu, Jogja Coffee Week #6 dapat menjadi lebih dari sekadar agenda untuk pencinta kopi. Di dalamnya terdapat ruang untuk belajar, bertemu dengan pelaku industri, membangun jaringan, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan oleh generasi muda.
Dari secangkir kopi, anak muda tidak hanya bisa menemukan rasa. Ada peluang untuk belajar, berkarya, dan membawa produk lokal menuju pasar yang lebih luas.
(Maria Margaretha Nirong Gedo)
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber