JAKARTA – J&T Express, penyedia layanan logistik berskala global, segera menggelar Grand Final J&T Super Seller 2026 pada 27 Agustus mendatang, yang akan mempertemukan lima mahasiswa dengan bisnis terbaik setelah berhasil menyisihkan ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Membawa bisnis dan strategi yang berbeda, kelima finalis akan bersaing untuk membuktikan siapa yang paling siap membawa bisnisnya tumbuh ke level berikutnya.
J&T Super Seller merupakan kompetisi bisnis bagi mahasiswa dan fresh graduate yang telah menjalankan bisnisnya minimal enam bulan, dengan produk berupa barang yang dapat dikirim melalui jasa pengiriman. Dari ratusan peserta yang mendaftar, proses seleksi administrasi dan wawancara menyaring 10 finalis untuk mengikuti fase inkubasi.
Tahapan seleksi ini pun juga berlangsung cukup ketat, para juri melemparkan berbagai pertanyaan kepada peserta untuk memastikan mereka benar-benar memahami bisnis yang dimiliki.
Pada tahap inkubasi yang dilaksanakan pada 1 Juli - 6 Agustus 2026, masing-masing finalis memperoleh dana inkubasi sebesar Rp20 juta untuk mengembangkan bisnisnya, disertai mentoring interaktif bersama para juri dan praktisi berpengalaman di bidang pengembangan bisnis.
Baca Juga: Malaga vs Deportivo La Coruna LaLiga, Prediksi Skor, H2h dan Susunan Pemain, Duel Dua Tim Promosi
Kini fase inkubasi telah selesai dan para juri telah berdiskusi secara alot dalam memilih lima peserta dengan perkembangan bisnis terbaik untuk melaju ke Grand Final. Mereka akan mempresentasikan perkembangan bisnis, pemanfaatan dana inkubasi, serta strategi pertumbuhan selanjutnya di hadapan dewan juri.
Tiga bisnis terbaik akan membawa pulang hadiah masing-masing Rp100 juta, Rp75 juta, dan Rp50 juta, serta tabungan usaha dari BCA senilai Rp25 juta untuk masing-masing pemenang.
Iwan Senjaya, Komisaris J&T Express sekaligus Juri J&T Super Seller, mengatakan bahwa seluruh finalis memiliki potensi dan perkembangan bisnis yang menjanjikan. Bagi Iwan, para finalis ini menjadi cerminan bahwa terdapat banyak wirausaha muda Indonesia dengan potensi besar yang siap untuk terus tumbuh.
“Sejak awal proses seleksi, kami melihat banyak anak muda yang tidak hanya memiliki ide menarik, tetapi sudah mampu membangun bisnis dengan pasar dan potensi pertumbuhan yang nyata. Kami juga sangat bangga melihat perkembangan para peserta, terlebih selama fase inkubasi mereka menunjukkan bagaimana pendampingan dan dukungan yang diberikan dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat bisnis. Di Grand Final nanti, kami ingin melihat siapa yang paling siap membawa bisnisnya ke level berikutnya,” ujar Iwan.
Top 5 J&T Super Seller
Berikut para finalis yang akan bersaing di Grand Final J&T Super Seller 2026:
● Ahmad Fauzan Tirmidzi – Kubik Society
Bergerak di bidang fesyen, Kubik Society menawarkan konsep fashion streetwear lokal yang clean, wearable, dan memiliki karakter. Salah satu keunikan Kubik Society adalah adanya label nama penjahit pada produk sebagai bentuk apresiasi kepada para penjahit yang terlibat dalam proses produksi. Melalui dana inkubasi J&T Super Seller, Fauzan mengangkat inisiatif tersebut melalui konten media sosial yang kemudian viral dan mendapat perhatian dari berbagai top tier homeless media nasional. Kini, Kubik Society juga telah memperluas bisnisnya dengan memiliki offline store di Surakarta.
● Akza Yusri Rafiqi – Your24
Your24 hadir dengan produk home fragrance mulai dari reed diffuser hingga room spray anti bakteri dengan racikan fragrance concentrate hasil kolaborasi R&D dengan Institut Atsiri Universitas Brawijaya. Berawal dari keinginannya untuk menghadirkan momen me-time lewat aroma berkualitas, Akza berhasil mengembangkan bisnisnya hingga ekspansi ke 5 cabang Kuy Studio (Malang, Kediri, Surabaya) sebagai channel distribusi baru. Akza juga berhasil memanfaatkan dana inkubasi untuk meningkatkan pendapatan penjualan di marketplace lebih dari 30% per harinya.
● Alfito Yuro Yudistiro - Tococo Indonesia
Melihat peluang dari banyaknya buah kelapa yang hanya menjadi komoditas di pasaran, Alfito membangun Tococo Indonesia yang menawarkan produk olahan kelapa, seperti chips dan baked coconut snack. Saat ini, bisnis tersebut telah berhasil masuk di lebih dari 40 retail & health stores di Bali dan Jakarta, dengan cara pengolahan produknya yang tanpa digoreng dan gluten-free sebagai salah satu kekuatan utamanya. Tak hanya itu, meski masih muda, Alfito berhasil membuat Tococo Indonesia raih pendapatan bulanan hingga Rp 82 juta.
Baca Juga: Epson Hadirkan Generasi Terbaru EcoTank, Cetak Lebih Cepat dengan Biaya Lebih Hemat
● Laurencia De Rcho - Unikayo
Dirintis sejak 2020, Unikayo bergerak di bidang F&B dengan menawarkan produk bumbu khas Minangkabau. Bisnis ini menarik perhatian melalui bumbu rendang instan yang sudah termasuk santan, ready-to-eat rendang, dan berbagai varian sambal serta olahan khas Minang dengan ketahanan hingga 1 tahun tanpa MSG dan pengawet. Laurencia juga telah berhasil membawa Unikayo ke kancah internasional melalui keikutsertaan di berbagai pameran internasional. Tercatat, dengan adanya mentoring selama fase inkubasi, Unikayo berhasil mencatatkan pendapatan bulanan mencapai Rp 65 juta.
● Moch Denta Baihaqi - Fisnack
Berawal dari melihat banyaknya hasil samping industri fillet ikan yang masih kurang dimanfaatkan dan berpotensi menjadi limbah, Denta mengembangkan Fisnack sebagai brand camilan ikan lokal yang renyah, gurih, tidak amis, tidak menggulung, dan tidak berminyak. Berdiri sejak 2024, Fisnack terus mengembangkan inovasi olahan kulit ikan dan bahkan kini telah memiliki sertifikasi keamanan olahan pangan, seperti: SKP, CPPOB, dan HACCP. Meski bisnisnya baru berusia 2 tahun, Fisnack telah mencatatkan pertumbuhan yang menjanjikan. Selama fase inkubasi J&T Super Seller, bisnis ini berhasil membukukan omzet hingga lebih dari Rp250 juta.