RADAR JOGJA - Warganet dihebohkan oleh status Desil Yudo Achilles Sadewa, putra kedua Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Status Yudo yang tercatat berada di Desil 7 memicu reaksi keras masyarakat.
Akun X @LambeSaham*** pada Sabtu (15/8/2026), membagikan tangkapan layar Instagram Story dari akun pribadi Yudo.
Unggahan tersebut menampilkan status desil yang diduga milik Yudo, disertai pertanyaan mengenai pilihan bahan bakar untuk kendaraan pribadinya.
Baca Juga: Aleksander Ceferin Tutup Kemungkinan Mencalonkan Diri sebagai Presiden FIFA
"Mungkin kalau XMAX harus Pertamax, tapi boleh tidak motor Aerox diisi Pertalite?" tulis Yudo. Unggahan itu pun mendadak viral karena tangkapan layar tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa Yudo masuk dalam kategori Desil 7.
Akun tersebut lantas mempertanyakan keabsahan data tersebut.
"Anjir anak Purbaya dapat Desil 7. Ini datanya bohong pasti. Masa anak Purbaya Desil 7," tulisnya.
Warganet membanjiri unggahan tersebut dengan berbagai komentar.\
Sebagian membandingkan status desil milik sang anak menteri dengan kondisi mereka sendiri.
Baca Juga: Newcastle United 2-2 Liverpool, Iraola Puji Performa Alexander Isak Meski Tak Cetak Gol
Banyak yang mengaku berada di kondisi ekonomi jauh lebih rendah, tetapi justru terdata di desil tertinggi.
Salah satunya diungkapkan oleh akun @akumasihna***.
"Gua saja yang yatim masuk Desil 10. Kacau memang," tulisnya.
Warganet lain mengaku hanya memiliki satu unit sepeda motor dan berpenghasilan setara upah minimum, tetapi tetap tercatat di Desil 10.
"Aku naik Beat karbu 2010 juga Desil 10, Kak. Padahal gaji UMR imut, tidak punya tanah atau rumah, mobil juga tidak punya. Motor cuma punya satu. Ya Allah, zalim banget yang manipulasi data gue," tulis akun @ain**.
Baca Juga: Torino 1-2 AC Milan, Adrien Rabiot Tampil Cemerlang saat Ruben Amorim Tandai Era baru Rossoneri
Arti Sebenarnya Desil 7
Sorotan terhadap status desil meningkat seiring digunakannya kriteria ini sebagai salah satu syarat pembelian Pertalite.
Hal tersebut membuat publik bertanya-tanya mengenai makna desil, khususnya Desil 7 yang tertera pada data Yudo.
Secara umum, desil adalah ukuran statistik yang membagi sekumpulan data terurut menjadi 10 bagian sama besar.
Dalam konteks sosial-ekonomi di Indonesia, desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat menjadi 10 tingkatan (Desil 1 hingga 10), dengan masing-masing kelompok mencakup 10% dari total populasi.
Baca Juga: Torino 1-2 AC Milan, Adrien Rabiot Tampil Cemerlang saat Ruben Amorim Tandai Era baru Rossoneri
Desil 7 merupakan kelompok masyarakat kategori menengah ke atas atau berada pada peringkat kesejahteraan ke-7 dari 10 tingkatan.
Dalam data sosial-ekonomi nasional, kelompok ini berada di atas 60%–70% penduduk lainnya, sehingga umumnya tidak terdaftar sebagai prioritas penerima bantuan sosial dari pemerintah.
Penentuan Desil
Penetapan desil dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan mengelompokkan tingkat kesejahteraan rumah tangga secara nasional menjadi 10 kelompok berdasarkan indikator kondisi rumah, pekerjaan, pendidikan, daya listrik, kepemilikan aset, hingga jumlah tanggungan keluarga.
Pemerintah menilai kondisi kesejahteraan keluarga secara objektif menggunakan metode statistik dan beberapa variabel utama:
1. Pendapatan keluarga dan stabilitas pekerjaan.
2. Kondisi fisik tempat tinggal (jenis lantai, dinding, dan atap) serta fasilitas dasar.
Baca Juga: Torino 1-2 AC Milan, Adrien Rabiot Tampil Cemerlang saat Ruben Amorim Tandai Era baru Rossoneri
3. Besaran daya listrik yang digunakan di rumah.
4. Kepemilikan aset berharga (kendaraan, barang elektronik, ternak, dan lahan).
5. Tingkat pendidikan anggota keluarga.
6. Jumlah tanggungan serta keberadaan anggota keluarga yang rentan (lansia atau penyandang disabilitas).
Penyebab Desil Tidak Sesuai dengan Penghasilan dan Kekayaan
Penentuan desil tidak hanya mengacu pada jumlah uang tunai atau gaji bulanan, melainkan menggunakan sistem pemeringkatan relatif (skala 1–10) berdasarkan tingkat kesejahteraan dan pengeluaran yang diolah dari berbagai indikator komposit.
Ketidaksesuaian data di lapangan sering kali disebabkan oleh kesalahan input data, kepemilikan aset yang terdeteksi oleh sistem, maupun perbedaan metode perankingan antarwilayah.
Baca Juga: UGM Perkuat Literasi Jaminan Kesehatan Sosial, Lansia dan Kader Posyandu Dusun Pendem
Perlu Pembenahan Data Sosial Ekonomi
Polemik status desil yang menyeret nama putra Menteri Keuangan ini menjadi sinyal kuat perlunya pembaruan dan verifikasi ulang (updating data) secara berkala oleh pihak berwenang.
Transparansi dan akurasi pendataan sangat krusial agar kriteria kelayakan, baik untuk penerimaan bantuan sosial maupun akses subsidi bahan bakar dapat tersalurkan secara adil dan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Editor : Meitika Candra Lantiva