Resmi Ditutup! Jogja Fashion Week 2026 Catat Kunjungan 15.000 Orang

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:05 WIB
RESMI DITUTUP: Suasana penutupan Jogja Fashion Week (JFW) 2026 yang diselenggarakan di panggung Creative Corner Jogja Expo Center, Minggu (16/8/2026). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA
RESMI DITUTUP: Suasana penutupan Jogja Fashion Week (JFW) 2026 yang diselenggarakan di panggung Creative Corner Jogja Expo Center, Minggu (16/8/2026). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA

JOGJA - Perhelatan pameran busana tahunan Jogja Fashion Week (JFW) 2026 yang mengusung tema Roots to Resonance, Beyond resmi ditutup pada Minggu (16/8/2026).

Sejak berlangsung dari tanggal 13 Agustus 2026 di Jogja Expo Center (JEC), kegiatan tersebut menarik perhatian lebih dari 15.000 pengunjung.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Anton Raharja mengatakan, selama empat hari pelaksanaan JFW 2026 sudah menampilkan lebih dari seribu karya busana dari 171 desainer  dari berbagai daerah di Indonesia. Seluruh karya ditampilkan dalam dua panggung fashion show.

Baca Juga: APA Diperluas Jadi 12 Rute, Pemkab Magelang Siapkan Ekspansi Layanan Pelajar hingga 2030

Sebanyak 13 sesi fashion show ditampilkan  di Hall A. Sementara tujuh sesi di panggung creative corner, termasuk executive exhibition yang menampilkan karya busana dengan diperagakan langsung oleh pejabat Eselon II Pemerintah provinsi (Pemprov) DIY.

Disamping itu, dalam JFW 2026 juga menghadirkan 144 booth pameran UMKM dan desainer, fashion talkshow selama empat hari, serta Jogja Fashion Designer Competition yang diikuti 80 peserta dari seluruh Indonesia.

Anton membeberkan, pergerakan ekonomi di ajang ini pun terbilang sangat agresif. Selama empat hari pelaksanaan JFW tercatat transaksi yang terjadi selama gelaran tersebut telah menyentuh hampir Rp 2 miliar.

Baca Juga: DIY Alami Kemarau Terpanjang se-Indonesia, BMKG: El Nino Masuk Kategori Sangat Kuat

“Sampai saat ini sudah tercatat kehadiran lebih dari 15.000 pengunjung, angka yang hampir sama dengan pencapaian tahun kemarin,” ujar Anton di sela seremonial penutupan JFW 2026.

Sementara itu, Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti dalam sambutannya menyampaikan bahwa penutupan JFW 2026 hendaknya tidak hanya sekedar dimaknai sebagai berakhirnya sebuah kegiatan.

Namun harus muncul pertemuan gagasan, kolaborasi, dan peluang baru untuk memajukan industri fashion lokal.

Made menyebut, industri fashion saat ini tidak hanya berbicara mengenai estetika. Namun di dalamnya terdapat mata rantai ekonomi yang luas.

Baca Juga: Dosen STPN: Kunci Kepastian Hukum Hak Atas Tanah Adalah Kecocokan antara Data Fisik dan Data Yuridis

Mulai dari perajin, pembuat kain, desainer, penjahit, fotografer, model, pelaku pemasaran, hingga sektor perdagangan dan pariwisata.

Oleh karena itu, ia berpesan agar kemajuan fashion Jogja harus dibangun melalui kolaborasi dan profesionalisme.

“Kreativitas yang luas perlu didukung dengan kualitas produk yang konsisten, tata kelola usaha yang baik, kemampuan membaca pasar, pemanfaatan teknologi, penguatan merek, serta keberanian membangun jejaring yang lebih luas,” pesan Made. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
JFW 2026 pameran busana UMKM resmi ditutup fashion