Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BPS Kota Jogja Tegaskan Masyarakat Bisa Isi Sensus Ekonomi Mandiri Jika Tidak Nyaman Diwawancarai Petugas

Iwan Nurwanto • Selasa, 14 Juli 2026 | 15:27 WIB
Kepala BPS Kota Jogja Joko Prayitno saat ditemui di Balai Kota Jogja, Selasa (14/7/2026). (Foto: Iwan Nurwanto/Radar Jogja) 
Kepala BPS Kota Jogja Joko Prayitno saat ditemui di Balai Kota Jogja, Selasa (14/7/2026). (Foto: Iwan Nurwanto/Radar Jogja) 

 JOGJA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja memastikan masyarakat bisa mengisi mandiri formulir sensus ekonomi jika merasa tidak nyaman dengan wawancara petugas. Prosedurnya dilakukan dengan penggunaan link khusus computer-assisted web interviewing (cawi)

Kepala BPS Kota Jogja Joko Prayitno mengatakan, link khusus sensus ekonomi tersebut bisa dimintakan kepada petugas saat melakukan sensus door to door. Pengisian mandiri kuisioner sensus ekonomi itu sebagai solusi bagi masyarakat yang tidak nyaman dengan model wawancara atau perlu menjaga privasi usahanya.

Pengisian kuisioner sensus ekonomi mandiri itu juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang selalu sibuk dengan pekerjaannya dan tidak memiliki waktu berhadapan dengan petugas. Sehingga pengisian kuisioner bisa dilakukan pada waktu luang. Namun umtuk bisa mengisi secara mandiri atau mendapatkan link khusus, syaratnya masyarakat harus memiliki alamat email.

“Misal mau menyampaikan informasi tentang kondisi rumah dan pekerjaannya, malu. Itu boleh mengisi mandiri,” ujar Joko saat ditemui di Balai Kota, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga: Krisis Siswa SD Negeri Pendem Kulon Progo Berpotensi pada Besaran Dana Bos yang Diterima, Begini Dampaknya!

Mantan Kepala BPS Gunungkidul itu mengungkapkan, sensus ekonomi akan berjalan hingga 31 Agustus 2026. Hingga pertengahan bulan ini diketahui capaiannya telah menyentuh 46 persen dari sasaran 2.674 satuan lingkungan setempat (SLS) dan sub-SLS atau pembagian wilayah petugas sensus.

Joko mengklaim, sepanjang perjalanan sensus ekonomi pihaknya belum menghadapi penolakan dari masyarakat. Dia berharap masyarakat tidak menolak kehadiran petugas meskipun berhak. Sebab tujuan dari sensus ekonomi untuk memotret kondisi perekonomian masyarakat secara real sebagai dasar acuan kebijakan pemerintah kedepannya.

Menurutnya, semua informasi usaha yang dikumpulkan dalam sensus ekonomi juga akan dikategorikan dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Pendataan usaha yang jujur dinilai sangat penting agar pemerintah dapat memetakan potensi ekonomi daerah secara akurat. 

“Kalau punya usaha yang sekecil apapun, mohon diinformasikan. Ini tidak ada kaitannya dengan pajak,” tegas Joko.

Baca Juga: Wamen PKP Fahri Hamzah Temui Hamengku Buwono X, Bahas Penataan Kantong Permukiman Baru di Jogja

Terkait dengan kebijakan pengisian secara mandiri dalam sensus ekonomi.

Salah satu pemilik usaha warung rames di Kemantren Wirobrajan Sudaryanti menilai, pengisian secara mandiri sensus ekonomi menurutnya akan lebih nyaman. Lantaran data pendapatan usaha cukup sensitif disampaikan kepada orang lain.

Sudaryanti mengaku, dirinya kemungkinan akan memanfaatkan fitur pengisian mandiri sensus ekonomi tersebut jika memungkinkan.

“Kalau tahu bisa diisi sendiri, ya paling saya mandiri saja, lebih enak sepertinya,” katanya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sensus mandiri Kota Jogja bps sensus ekonomi