Kepala BPS Kota Magelang Nurul Choiriyati menyebut, sensus yang berlangsung 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 ini tidak lagi terbatas pada pendataan pelaku usaha seperti sebelumnya. Tetapi mencakup seluruh anggota rumah tangga beserta aktivitas ekonominya.
"Pertanyaannya juga jauh lebih lengkap, mulai dari kondisi rumah, pengeluaran listrik dan air, hingga aktivitas ekonomi sekecil apa pun," kata Nurul usai penandatanganan komitmen bersama, Rabu (17/6/2026).
Dia menjelaskan, dalam satu kali pendataan, petugas dapat menghabiskan waktu rata-rata satu jam untuk satu keluarga. Bahkan dalam kondisi tertentu, terutama pada responden lanjut usia, proses wawancara bahkan bisa berlangsung hingga tiga jam.
Adapun materi pertanyaan mencakup identitas anggota keluarga, tingkat pendidikan, status pekerjaan, hingga besaran pendapatan. Selain itu, BPS juga mendata potensi ekonomi rumah tangga, termasuk usaha mikro dan aktivitas informal, seperti penjualan hasil kebun atau budidaya perikanan skala kecil.
Nurul menjelaskan, pengumpulan data secara detail tersebut bertujuan untuk memotret kondisi sosial ekonomi masyarakat secara utuh sekaligus melihat perubahan yang terjadi dalam 10 tahun terakhir. Hasilnya akan dibandingkan dengan sensus sebelumnya.
"Untuk mengetahui apakah ada peningkatan kesejahteraan, pergeseran sektor ekonomi, atau perubahan struktur ekonomi di Kota Magelang," paparnya.
Dia menambahkan, sensus ini juga akan menjadi dasar untuk menguji struktur ekonomi daerah. Termasuk memastikan apakah Kota Magelang masih didominasi sektor jasa dan perdagangan atau mulai bergeser ke sektor lain seperti industri pengolahan, termasuk yang berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sebanyak 119 petugas diterjunkan dalam pelaksanaan sensus ini, terdiri atas 104 petugas pendata dan 15 pengawas. Para petugas direkrut dari masyarakat setempat dan ditugaskan menjangkau wilayah 10 hingga 11 RT per orang.
Pendataan, kata Nurul, dilakukan menggunakan perangkat digital tanpa kuesioner kertas. Petugas juga dilengkapi atribut resmi berupa rompi, kartu identitas dengan barcode, serta surat tugas yang telah disahkan di tingkat kelurahan.
"Semua warga akan terdata, termasuk yang sebelumnya belum masuk dalam database," jelas Nurul.
Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan, sensus ekonomi merupakan agenda nasional yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Dia juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat agar memahami tujuan sensus dan tidak ragu menerima petugas.
Berdasarkan pengalamannya sebagai responden, sensus ekonomi mencakup hampir seluruh aspek kehidupan rumah tangga. Mulai dari jumlah anggota keluarga, pendapatan, hingga kepemilikan aset dan sumber penghasilan tambahan. (aya)