RADAR JOGJA - Perkembangan teknologi menyebabkan banyaknya akses kemudahan yang terjamin bagi masyarakat.
Kondisi ini membuat sejumlah transaksi beralih menggunakan metode digital.
Berbagai bisnis kini mempertimbangkan untuk membuka pembayaran nontunai.
Di tengah situasi saat ini, seperti inflasi yang membuat bahan pokok cenderung naik, pembayaran tanpa uang tunai menjadi pilihan yang menarik.
Fenomena ini dinamakan cashless society, yakni pembayaran dengan memanfaatkan teknologi digital atau bisa disebut pembayaran tanpa uang tunai.
Baca Juga: Ditolak Masuk Kanada, Thomas Partey Dipastikan Absen Saat Ghana Melawan Panama
Berikut terdapat beberapa kelebihan menggunakan cashless:
1. Praktis dan hemat waktu saat melakukan transaksi
Tidak perlu lagi menghabiskan waktu menunggu kembalian atau repot mencari uang pas.
Cukup pindai kode QR atau tempel kartu, transaksi selesai dalam hitungan detik. Bagi pemilik usaha, hal ini juga memotong antrean panjang di kasir.
2. Efektif untuk mengurangi peredaran uang palsu
Dengan beralih ke digital, ruang gerak oknum yang biasa memalsukan uang kertas otomatis tertutup.
Transaksi dijamin oleh sistem keamanan perbankan atau penyedia dompet digital yang berlapis.
3. Pencatatan keuangan lebih rapi
Setiap rupiah yang dikeluarkan akan langsung tercatat dalam riwayat aplikasi.
Fitur ini sangat membantu untuk melacak pengeluaran uang, terutama saat kondisi ekonomi sedang ketat dan pos pengeluaran harus diperketat.
Baca Juga: JAWA POS - RADAR JOGJA, EDISI SABTU, 13 JUNI 2026
4. Meminimalisir Risiko kriminalitas fisik
Membawa uang tunai dalam jumlah besar di dompet atau tas sering kali mengundang bahaya seperti dicopet atau dijambret.
Dompet digital memberikan rasa aman ekstra karena uang tersimpan aman di balik kata sandi dan verifikasi biometrik.
Sisi Lain yang Perlu Diwaspadai
Meski menawarkan segudang kemudahan yang memanjakan, sistem nontunai ini bukan tanpa celah.
• Memicu perilaku konsumtif
Karena tidak melihat fisik uangnya berkurang, psikologi sering kali merasa tidak sedang membelanjakan uang.
Akibatnya, godaan untuk belanja impulsif jadi lebih besar.
• Ancaman kejahatan siber
Penjahat zaman sekarang tidak lagi mengincar dompet fisik, melainkan data pribadi.
Modus seperti phishing, peretasan akun, hingga penipuan berkedok layanan pelanggan menjadi risiko nyata yang harus diwaspadai.
• Ketergantungan pada layanan internet
Sistem ini sangat bergantung pada jaringan internet dan pasokan listrik.
Saat sinyal bermasalah atau aplikasi penyedia layanan sedang gangguan, transaksi bisa langsung lumpuh total.
Menghadapi era cashless society ini, kuncinya ada pada regulasi diri dan literasi keuangan yang baik.
Teknologi hadir untuk mempermudah hidup kita, bukan untuk membuat kita makin boros atau terjebak dalam utang digital.
Editor : Meitika Candra Lantiva