Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kerap Picu Gejolak Harga, BI dan Pemprov DIY Dorong Gerakan Tanam Cabai di Halaman Rumah

Fahmi Fahriza • Jumat, 12 Juni 2026 | 10:11 WIB
Ketua KWT Subur Lestari Siti Yulaikah sedang memetik cabai di deplot milik kelompoknya Jumat (26/12)
Ketua KWT Subur Lestari Siti Yulaikah sedang memetik cabai di deplot milik kelompoknya Jumat (26/12)
 
 
JOGJA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY mendorong masyarakat agar memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu pengendalian inflasi daerah.
 
Wakil Ketua Tim Penggerak PKK DIY GKBRAA Paku Alam mengatakan, bahwa cabai merupakan salah satu komoditas yang kerap memengaruhi laju inflasi ketika terjadi lonjakan harga di pasaran. Karena itu, pemanfaatan lahan terbatas di sekitar rumah dinilai dapat menjadi solusi sederhana yang memberikan manfaat langsung bagi keluarga.
 
"Budidaya cabai di pekarangan rumah menjadi salah satu strategi efektif meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan menstabilkan harga," ujarnya, Kamis (11/6).
 
Baca Juga: PT KAI Daop 6 Gunakan Peta Perencanaan Richtingskaart, Warga Blondo Sebut Tanah Negara
 
Menurutnya, gerakan menanam cabai tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap fluktuasi harga di pasar.
 
"Ketika harga cabai di pasar sudah mahal, kita tidak perlu panik. Tinggal melangkah ke pekarangan atau teras, petik sendiri, segar, sehat, dan yang pasti gratis," tambahnya.
 
Di sisi lain, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIJ Sri Darmadi Sudibyo menuturkan, dalam praktiknya pengendalian inflasi memerlukan pendekatan yang terintegrasi melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.
 
Baca Juga: Solihul Hadi Kembali Nahkodai DPC PKB Kota Jogja, Persoalan Kaderisasi Jadi Evaluasi
 
Menurutnya, keberhasilan menjaga inflasi tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat melalui berbagai langkah sederhana yang mendukung ketahanan pangan keluarga.
 
"Langkah sederhana di tingkat keluarga dapat memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas pasokan dan harga," katanya.
 
Sri Darmadi menilai gerakan tanam cabai menjadi salah satu contoh konkret keterlibatan rumah tangga dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus membantu menekan gejolak harga komoditas yang kerap memicu inflasi.
 
Baca Juga: Harga BBM Hingga Oli Naik, Pelaku Usaha Sektor Otomotif di Kulon Progo Mulai Tercekik
 
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan Noviar Rahmad menegaskan, pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas hingga keluarga.
 
"Pengendalian inflasi daerah harus jadi kerja bersama," ujarnya.
 
Pemprov DIJ turut berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan produktif. Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan masyarakat dan menjaga inflasi DIJ tetap terkendali.
 
"Kita tidak hanya sedang menanam cabai, kita sedang menanam kesadaran baru bahwa pengendalian inflasi dapat dimulai dari halaman rumah," tandasnya. (iza)
Editor : Heru Pratomo
#Pemprov DIY #inflasi #tanam cabai #bank indonesia #ketahanan pangan