Dony Oskaria Sebut Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Tak Berdampak Inflansi
RADAR JOGJA - Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Danantara Dony Oskaria menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi sudah seharusnya terjadi karena mengikuti harga pasar global yang cenderung naik.
Harga minyak dunia cenderung naik setelah konflik di Timur Tengah sejak Februari lalu.
Pemerintah sudah menahan untuk tidak menaikkan, dan akhirnya harga BBM berakhir naik.
Selain itu, Dony juga menjelaskan bahwa harga BBM naik tidak berpengaruh pada inflasi.
Hal ini dikarenakan penggunanya adalah masyarakat kelas menengah ke atas.
Baca Juga: Mengintip Tantangan ASN Digital 2026: Dari Urusan Keamanan Akun hingga Target Efisiensi Birokrasi
“Pemakaian Pertamax ini kan kelas menengah ke atas. Bukan untuk industri, bukan untuk transportasi massal. Jadi tidak akan berdampak terhadap inflasi. Tidak usah terlalu khawatir dan kita harus optimis dan tenang,” ujar Dony.
Diketahui per 10 Juni 2026, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green (RON 95) dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter.
Menurutnya, Pertamax masih mendapat kompensasi 50 persen dari harga aslinya.
Jadi untuk kenaikan harga melebihi harga keekonomian yang seharusnya masih di bawah nilai yang seharusnya dibebankan.
Dony setuju dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menjelaskan sebelumnya bahwa kenaikan harga Pertamax dan dampaknya terhadap inflasi cenderung minim.
Baca Juga: Wi-Fi Kantor yang Stabil Bantu Startup Bekerja Lebih Efisien
Ia juga menilai kebijakan penyesuaian BBM nonsubsidi ini untuk menciptakan keadilan bagi masyarakat.
“Kalau enggak nanti, masa orang kaya ditanggung sama masyarakat yang di bawah, kan enggak boleh? Ini kan masalah fair aja,” ujarnya.
Sebelumnya, Purbaya mengatakan bahwa angkutan barang tidak menggunakan BBM jenis Pertamax.
Selain itu, ia juga mempersilahkan awak media untuk bertanya langsung ke Menteri Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) Bahlil Lahadalia yang lebih mengerti mengenai sumber daya minyak tersebut.
Kenaikan harga Pertamax sudah mendapat persetujuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menyepakati untuk memberlakukan kenaikan BBM nonsubsidi di seluruh wilayah Indonesia.
Sementara itu, Bahlil juga menyinggung soal harga BBM di acara pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).
“Untuk BBM subsidi dan LPG subsidi tidak ada kenaikan,” kata Bahlil.
Bahlil mengungkapkan jika Presiden Prabowo Subianto yang memberikan arahan langsung, meskipun konflik geopolitik di Timur Tengah masih terus berlanjut.
“Itu perintah bapak presiden. Tidak ada kenaikan,” lanjutnya.
Di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi, harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap Rp 10.000 perliter dan Biosolar tetap Rp 6.800 per liter.
Editor : Meitika Candra Lantiva