Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sektor Ekonomi Syariah Diprediksi Tumbuh Subur di Jogja, Ini Alasannya

Iwan Nurwanto • Kamis, 4 Juni 2026 | 21:30 WIB

 

SUBUR: Suasana diskusi publik bertajuk Youth Sharia Report 2026 yang diselenggarakan di Poenokawan Cafe, Kamis (4/6/2026). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA
SUBUR: Suasana diskusi publik bertajuk Youth Sharia Report 2026 yang diselenggarakan di Poenokawan Cafe, Kamis (4/6/2026). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA

JOGJA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Syariah Jogjakarta memprediksi sektor perekonomian syariah akan tumbuh subur. Hal tersebut dipengaruhi minat anak muda dan kehadiran pusat ekosistem organisasi keagamaan.

Ketua HIPMI Syariah Jogjakarta Fajaruddin Achmad Muharom mengatakan, berdasarkan riset yang dilakukan pihaknya minat masyarakat khususnya anak muda terhadap produk-produk berbasis syariah kini semakin meningkat. Salah satunya tampak dari perilaku belanja.

Menurut Fajar, anak-anak muda yang mulai tertarik dengan produk pakaian atau gaya hidup syariah berkat pengaruh mode dan influencer. Kondisi tersebut yang kemudian membuat para pelaku usaha mulai melirik sektor usaha syariah sebagai landasan bisnis. 

Baca Juga: Gubernur DIY HB X Buka Peluang Adisutjipto Dioptimalkan Layani Penerbangan Komersial tanpa Menggeser Peran YIA

Disamping itu, Jogjakarta juga memiliki beberapa fondasi yang kuat sebagai pusat ekonomi syariah. Karena ada pusat Muhammadiyah dan organisasi Nahdlatul Ulama. Lalu juga banyaknya pesantren dan suksesnya event syariah seperti Jogja Halal Festival yang mampu meraup banyak antusias masyarakat.

“Tumbuhnya organisasi non-afiliasi yang kuat seperti komunitas hijrah hingga salafi juga memberikan pengaruh signifikan terhadap perilaku konsumen di Jogjakarta,” ujar Fajar saat ditemui pada sebuah cafe di Kemantren Ngampilan, Kamis (4/6/2026).

Meksipun memiliki potensi besar, Fajar menekankan bahwa edukasi masih menjadi tantangan utama agar ekonomi syariah dapat berkelanjutan. Banyak pihak, termasuk di sektor perbankan yang dinilai masih perlu literasi lebih dalam mengenai instrumen keuangan syariah seperti sukuk atau saham syariah.

Baca Juga: Godok Raperda RPPLH 2025–2056, DPRD Kota Jogja Dorong Sinkronisasi Aturan Kendaraan Bebas Emisi di Kawasan Sumbu Filosofi

Oleh karena itu, Fajar berharap pemerintah atau stakeholder terkait dapat membuat kebijakan yang lebih tepat guna berdasarkan riset pasar yang mendalam. Sebab saat ini memang dibutuhkan edukasi yang lebih masif.

“Prospek ekonomi syariah di Jogjakarta ini cukup besar. Karena secara keseluruhan tidak hanya di Indonesia bahkan di luar negeri growth-nya orang menggunakan produk syariah itu sangat tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan menegaskan bahwa pemerintah kota (pemkot) akan terus mendukung dan memperkuat peran ekonomi syariah sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi daerah. Baik itu melalui kebijakan maupun fasilitasi.

Baca Juga: Capaian IKD Bantul Tembus 25 Persen, Disdukcapil Sasar Kalurahan dengan Aktivasi Rendah untuk Jemput Bola

Wawan menyatakan, langkah konkret dalam mendorong ekosistem ekonomi syariah antara lain mempermudah akses pembiayaan syariah untuk pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Kemudian meningkatkan literasi ekonomi syariah di masyarakat melalui edukasi dan pendampingan.

"Selain itu juga menguatkan sinergi antar-stakeholder seperti pemerintah, perbankan syariah, asosiasi pengusaha, hingga akademisi," bebernya. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Tumbuh Subur #anak muda #belanja #ekonomi syariah #hipmi