Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Minyak Fluktuatif, DPUPKP Kota Jogja Waswas Ajukan Pengadaan Alat Berat

Iwan Nurwanto • Senin, 25 Mei 2026 | 14:17 WIB

 

Ilustrasi harga minyak dunia.
Ilustrasi harga minyak dunia.

JOGJA - Harga bahan bakar minyak (BBM) yang diprediksi terus meroket membawa kekhawatiran di lingkungan pemerintah daerah. Misalnya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja yang masih pikir-pikir  mengajukan pengadaan alat berat.

Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase DPUPKP Kota Jogja Rahmawan Kurniadi mengatakan efisiensi anggaran dan dinamika harga minyak dunia memang menjadi tantangan. Termasuk dalam hal kepemilikan alat berat yang seringkali membutuhkan perawatan khusus.

Alhasil, Rahmawan pun mengakui bahwa pihaknya belum berencana mengajukan pengadaan alat berat seperti excavator. Meskipun di satu sisi program normalisasi sungai cukup digencarkan di masa kepemimpinan Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan.

“Sekarang ini BBM-nya tinggi sekali untuk solar industri. Khawatirnya nanti iso tuku ora iso mlaku (bisa beli tapi tidak dapat digunakan),” ujar Rahmawan saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).

Baca Juga: Lolos UTBK SNBT? Begini Cara Mengunduh Kartu Peserta UTBK SNBT 2026

Mantan Kasi Peningkatan Jalan dan Jembatan DPUPKP Kota Jogja itu menyatakan bahwa selama ini Pemkot Jogja memang tidak pernah memiliki kendaraan berat. Sehingga untuk kebutuhan armada alat berat untuk proyek-proyek besar dilakukan dengan sistem sewa.

Menurut Rahmawan, sistem sewa cenderung lebih hemat karena pemkot tidak perlu mengalokasikan anggaran perawatan. Disisi lain pemeliharaan armada alat berat juga membutuhkan perhatian ekstra. Hanya memang tetap ada kemungkinan pengajuan jika melihat gencarnya kegiatan normalisasi sungai.

“Nanti kami pertimbangkan cost and benefit-nya seperti apa,” bebernya.

Untuk diketahui, pada tahun ini DPUPKP Kota Jogja sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 200 juta untuk normalisasi tiga aliran sungai. Meliputi Sungai Winongo, Code, dan Gajahwong.

Baca Juga: Keluarnya Lionel Messi dengan Memegangi Bagian Atas Paha Kiri Warnai Kemenangan Inter Miami

Proyek tersebut sejatinya dikerjasamakan dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) untuk penurunan alat berat. Namun karena dampak efisiensi, program bantuan penerjunan alat berat hanya mampu menyelesaikan normalisasi di Sungai Winongo.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWSSO Vicky Ariyanti menyampaikan bahwa pihaknya tetap memberikan dukungan untuk program tersebut. Namun sebatas penerjunan juru ukur untuk memandu DPUPKP agar proyek tetap berjalan sesuai peraturan normalisasi daerah aliran sungai.

“Mudah-mudahan tetap berjalan dengan semangat kolaborasi,” tegas Vicky. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#pengadaan alat berat #harga minyak fluktuatif #harga BBM #Harga Minyak #harga minyak dunia