RADAR JOGJA - Nilai tukar mata uang Indonesia, Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah.
Hal ini menghadirkan potret yang cukup mengkhawatirkan di tengah gejolak ekonomi global.
Bahkan Forbes merilis, rupiah dalam jajaran mata uang terlemah secara global.
Rupiah masuk dalam lima daftar mata uang terlemah di dunia.
Baca Juga: Persita Tangerang vs Persis Solo, Milomir Seslija: Laskar Sambernyawa Akan Terus Berjuang
Indonesia berada di posisi ke lima.
Mengutip Forbes, secara mengejutkan rupiah masuk di nomor lima, berdasarkan analisis nilai tukar mata uang pada tanggal 5 Mei 2026.
Di mana US$ 1 setara dengan Rp 17.420.
Lalu, mata uang mana saja yang termasuk lemah di dunia pada tahun 2026 dikutip dari www.forbes.com;
Baca Juga: Sungai Code Diproyeksikan Jadi Trek Susur Sungai dan Arung Jeram, Cocok untuk Pemula
1. Rial Iran (IRR)
Saat ini satu Rial Iran bernilai di angka $ 0,00001. Artinya, $ 1 akan membeli 1.315.000 real Iran.
Meski IRR dikenal sebagai negara pengekspor minyak dan gas alam dunia, namun akibat konflik geopolitik antara Iran, ISrael dan Amerika Serikat yang berkepanjangan menyebabkan nilai tukar IRR terhadap dolar AS anjlok.
Baca Juga: PNM Siapkan Mental Wirausaha 2.700 Siswa SMK Se-Indonesia Lewat PNM Mengajar
2. Pound Lebanon (LBP)
Satu Pound Lebanon setara $ 0,000111. Artinya, satu dolar bernilai 89.432,68 Pound Lebanon.
Sebagai negara pengekspor batu mulia, logam, produk kimia, makanan, dan minuman, namun mata uang negara ini mengalami tekanan dari dolar AS dengan berbagai masalah ekonomi, seperti inflasi tinggi hingga konflik politik.
3. Dong Vietnam (VND)
Satu Dong Vietnam apabila dikonversi menjadi dolar sebesar $ 0,0000338.
Artinya, $ 1 memiliki nilai 26.319.32 dong Vietnam.
pembatasan ekspor asing dan lambatnya ekspor baru-baru ini, menyebabkan mata uang negara Vietnam melemah.
Selain itu terbebani dengan kenaikan dan suku bunga tinggi di AS.
4. Kip Laos (LAK)
Satu kip setara dengan $ 1 dapat membeli 26.319.32 dong Vietnam.
Dalam $ 1 senilai sama dengan 21.971,71 LAK.
Negara ini mengekspor tembaga, emas, dan kayu.
Kendati begitu, pertumbuhan ekonominya tergolong lambat.
Ditambah negara ini memiliki hutang luar negeri dan inflasi yang tinggi, sehingga menekan mata uang Laos.
5. Rupiah Indonesia
Belakangan rupiah mengalami kemerosotan tajam.
Per Jumat (22/5/2026) angkanya tembus Rp 17.716 per US$
Rupiah bertahan di nilai yang semakin rendah dari dolar.
Meski kaya akan komoditas, namun mata uang rupiah telah jatuh jika dibandingkan dengan yang lainnya.
Kombinasi inflasi tinggi dan kekhawatiran resesi, menjadi salah satu penyebabnya.
Hal ini menjadi pekerjaan rumah serius yang mesti segera ditindaklanjuti dan dicarikan solusi.
Baca Juga: Ibu Harry Maguire Kecam Poncoretan Anaknya dari Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026
Bi balik status sebagai mata uang terlemah, selalu tersimpan peluang untuk bangkit melalui penguatan industri dalam negeri dan pengendalian inflasi yang serius.
Kebijakan dan disiplin fiskal sebuah bangsa diperlukan agar nilai mata uang tak semakin merosot.
Karena pada akhirnya, predikat mata uang terlemah bukanlah takdir, melainkan cerminan dari kebijakan pemerintah.
Editor : Meitika Candra Lantiva