Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rupiah Tembus Rekor Terendah Rp17.500 per Dolar AS, Warga Jogja dan DIY Khawatir Harga Kebutuhan Naik

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 12 Mei 2026 | 11:50 WIB
Rupiah sempat menyentuh Rp17.502 per USD di pasar spot pagi tadi.
Rupiah sempat menyentuh Rp17.502 per USD di pasar spot pagi tadi.

 Yogyakarta – Nilai tukar rupiah kembali mencetak sejarah kelam. Pada Selasa (12/5/2026) pagi, rupiah melemah tajam hingga menyentuh level Rp17.500 per dolar AS, rekor terendah sepanjang masa. 

Menurut data Bloomberg yang dikutip berbagai media, rupiah sempat menyentuh Rp17.502 per USD di pasar spot pagi tadi.

Level ini melampaui rekor sebelumnya yang sempat mendekati Rp17.400-an di awal Mei 2026. 

Pelemahan ini dipicu kombinasi faktor global dan domestik:

Penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah yang mendorong harga minyak naik.
Kekhawatiran investor terhadap defisit APBN yang mendekati batas atas.
Outflow dana asing dari pasar obligasi dan saham Indonesia.

Baca Juga: Yakuza Maneges Resmi Dideklarasikan di Kediri, Ormas Dakwah Santri Jalur Kiri yang Tuai Pro Kontra

Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk meredam volatilitas.

Namun, tekanan dari sisi eksternal masih cukup kuat. 

Bagi masyarakat Jogja dan sekitarnya, pelemahan rupiah ini bukan sekadar angka. Impor bahan baku, barang elektronik, suku cadang kendaraan, hingga obat-obatan akan semakin mahal.

Pedagang pasar tradisional dan pelaku usaha kecil di Malioboro, Beringharjo, maupun sentra oleh-oleh khawatir harga kebutuhan pokok dan bahan bakar akan ikut terdorong naik.

Baca Juga: Lima Kuliner Menarik dan Autentik di Yogyakarta yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan Wisata

Padahal, daya beli masyarakat pasca-Lebaran masih dalam tahap pemulihan.

"Sejak pagi sudah banyak yang nanya, Mbak, harga ini naik lagi ya? Kalau rupiah segini, pasti barang impor naik," ujar salah seorang pedagang kain di Pasar Beringharjo yang enggan disebut namanya.

Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya menyatakan rupiah masih dianggap undervalued mengingat cadangan devisa Indonesia yang masih solid di kisaran 150 miliar dolar AS dan pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga di atas 5 persen.

Pemerintah juga telah memperketat aturan pembelian dolar tunai tanpa dokumen pendukung untuk mengurangi spekulasi. 

Baca Juga: Tunjang Tugas di Lapangan, Personel Polres Kebumen Diminta Cakap Bela Diri

Ekonom menyarankan masyarakat untuk bijak mengelola keuangan:

Hindari panic buying.
Prioritaskan kebutuhan pokok.
Bagi yang memiliki tabungan dalam rupiah, pertimbangkan diversifikasi ke instrumen yang tahan inflasi.

Apakah pelemahan rupiah ini hanya sementara atau akan berdampak panjang ke ekonomi Jogja? (iwa)

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Rupiah Tembus Rp17.500 #Rekor Terendah #kurs rupiah #terendah dalam sejarah #kurs rupiah terhadap dolar